"Welcome to My Blog"

WELCOME TO MY BLOG

Selasa, 15 Februari 2011

Berpikir Positif

Berpikir Positif dan Berjiwa Besar (red. Teori Psikologi)

* Percaya Anda dapat berhasil, maka Anda pun akan benar-benar berhasil.
* Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.
* Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu kepercayaan yang kuat.
* Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil.
* Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
* Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
* Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.

* Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil.
* Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.
* Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
* Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.

3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan.

1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang anda kira.Orang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa anda bukan orang kelas satu.
3. Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan anda.

Pria Maniak Game Cenderung Merusak Hubungan

Anda sedang mencari pasangan hidup? Coba amati kegiatannya di waktu luang. Apakah ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain game komputer? Jika ya, hati-hati, hubungan Anda akan terganggu karena ia lebih senang berkutat dengan game-nya.

Menurut sebuah survei yang melibatkan 1.500 gamer dan pasangannya, yang diadakan oleh One-Poll.com, menyatakan bahwa separuh perempuan yang pasangannya memiliki game konsol mengaku "cemburu" dengan jatah waktu pasangannya yang didedikasikan lebih besar untuk game. Bayangkan saja, satu dari 10 pria mengaku pernah menolak sesi bercinta dan lebih memilih main game!

"Tampaknya, memiliki game konsol tak beda dengan cinta segitiga. Agak menyedihkan juga ya, jika dunia virtual didahulukan daripada dunia nyata," papar seorang juru bicara One-Poll.com.

Studi ini juga mendapati bahwa game Call of Duty adalah game yang paling menyebabkan problem dalam relasi pria dan wanita, diikuti oleh game Football Manager, Grand Theft Auto, Fifa, dan Medal of Honor.

Empat dari 10 gamer memainkan game komputer setiap hari dalam seminggu. Karena kebiasaannya itu, tujuh dari 10 pria mengaku pasangan mereka menjadi sering terganggu dengan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain game. Lamanya waktu untuk bermain game adalah minimal 10 jam dalam seminggu, demikian pengakuan seperlima dari responden.

Saking ngebetnya ingin bermain game, satu dari 10 pria mengaku pernah membatalkan kencan dan memilih melotot di depan komputer untuk bermain game. Repotnya, para pria ini berani mengatakan, "Jika Anda (kaum perempuan) butuh perhatian, silakan mengencani pria yang tidak main game komputer."

Berikut adalah  game yang paling sering mengacaukan hubungan:
1. Call of Duty
2. Football Manager
3. Grand Theft Auto
4. FIFA
5. Medal of Honour
6. Halo
7. Super Mario Brothers
8. Gran Turismo
9. Mario Kart
10. Guitar Hero
11. Assassins Creed
12. Pro Evo Soccer
13. Resident Evil
14. World of Warcraft
15. F1
16. Red Dead Redemption
17. Need for Speed
18. Fallout
19. Gears of War
20. Angry Birds
21. Point Blank
22. Mafia Wars
23. Poker 



Sibuk Bekerja Alasan Menghindari Pasangan?

Memiliki pasangan yang produktif tentunya membanggakan. Namun, bagaimana jika suami bekerja lembur seharian di kantor, lalu pulang ke rumah dan lebih memilih kembali lagi berkutat dengan komputer, main games, atau melakukan hal lain, tapi tidak melibatkan Anda? Apakah ini pertanda si dia menghindar dari Anda?

Jangan dulu curiga menanggapi sikap suami seperti ini. Anda bisa mengenali apakah perilaku ini ada hubungannya dengan Anda atau tidak sama sekali. Sikap ini bisa muncul sepenuhnya karena pasangan begitu tertekan dengan pekerjaan dan menginginkan waktu untuk menghibur dirinya. Anda bisa meyakini pernyataan ini asalkan pasangan masih sering dan berusaha menyediakan waktu berkualitas untuk berduaan di akhir pekan.

"Jika suami sibuk setiap hari, begitu juga pada akhir pekan, dan tak menunjukkan usahanya untuk menikmati akhir pekan bersama Anda, ini pertanda buruk," papar psikiater Catherine Birndorf MD.

Respons hangat yang bisa mencairkan suasana
Tunjukkan simpati Anda kepada pasangan mengenai tuntutan pekerjaan yang menyibukkan sepanjang hari. Namun, jangan memberi kesan Anda menunggunya sepanjang hari dan emosi saat pasangan tak mengindahkan Anda sepulang kerja. Tunjukkan sikap Anda pun bekerja keras setiap harinya dengan berbagai aktivitas di kantor atau di rumah. Namun, tampilkan juga gestur bahwa Anda lebih senang dan nyaman jika pasangan menyempatkan waktu untuk berdua sesaat saja selelah apa pun pekerjaan di kantor.

"Cobalah katakan kepada pasangan, Anda memahami tuntutan pekerjaannya. Namun, tak ada salahnya juga meminta pasangan Anda mencium atau sekadar ngobrol santai sepulang kerja beberapa waktu saja," saran Birndorf.

Ciptakan akhir pekan yang disukainya
Bagi Anda yang memiliki pasangan dengan waktu kerja panjang, manfaatkan akhir pekan. Anda bisa menciptakan kegiatan yang Anda tahu disukai olehnya. Manfaatkan waktu ini untuk menciptakan quality time bersamanya.

"Hindari bersikap pasif atau menyerang dalam menghadapi minimnya waktu bersama pasangan. Cara ini hanya akan semakin menjauhkan pasangan dari Anda," papar Birndorf.

9 Syarat Hubungan Sehat

Hubungan sehat adalah milik siapa saja. Siapa pun berhak untuk merasakannya. Termasuk Anda. Tetapi, seperti apakah ciri-ciri hubungan yang sehat itu? Simak 9 hal berikut ini:

1. Kebahagiaan Milik Anda
Sebaik atau seburuk apa pun perilaku pasangan, keputusan untuk merasa bahagia tetap ada di tangan Anda. Ingat, orang lain tak selalu bisa memberikannya, termasuk orang yang paling mencintai Anda. Dengarkanlah kata hati, apa yang membuat bahagia atau tidak, sebab di sanalah letak kejujuran. Hubungan sehat merupakan hubungan yang menghargai kebahagiaan, bukan sekadar "status". Intinya, sayangi diri Anda.

2. Buatlah Perjanjian
Mau di bawa ke mana hubungan ini, tergantung Anda dan si dia. Membuat sebuah komitmen awal merupakan salah satu solusi tepat. Ini merupakan cara untuk menghormati hak dan kewajiban satu sama lain. Ajaklah pasangan untuk membicarakannya. Apa saja yang diharapkan dari hubungan ini. Buatlah kata sepakat tanpa perlu berdebat. Setelah itu, hormati komitmen bersama.

3. Saling Percaya
Ketahuilah kalau makna sebuah hubungan bukanlah saling mengekang melainkan berbagi. Posesif tak selamanya bisa digunakan sebagai wujud cinta jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan pola itu. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya akan meminimalisir kehadiran pikiran-pikiran negatif yang bisa meretakkan hubungan.

4. Respek
Menghormati apa yang Anda inginkan dan tidak, termasuk dalam hal seks, memberikan kebebasan waktu, kebebasan untuk mengutarakan pendapat, kebebasan untuk membicarakan permasalahan bersama-sama, merupakan wujud sehatnya hubungan. Namun, jangan gunakan kebebasan ini semena-mena, ya. Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

5. Kasar Bukanlah "Sebab-Akibat"
Tindakan untuk berkata atau berbuat kasar bukanlah sebuah "sebab-akibat", itu merupakan pilihan. Jangan begitu saja menerima perkataan, "Aku kasar karena tindakan kamu". Jika benar ia sayang, tentu akan memilih cara baik-baik dalam menyelesaikan setiap masalah. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang dalam situasi "panas", usahakan untuk menenangkan pikiran dulu, jangan biarkan mulut dan tangan mengambil alih kendali.

6. Memaafkan dan Minta Maaf
Bukan hanya sekadar kalimat, "Ya, aku memaafkan kamu," tapi juga harus diikuti dengan komitmen untuk tak lagi melakukan hal yang sama. Belajar dari masa lalu merupakan salah satu cara membina hubungan yang sehat. Satu lagi, jika merasa salah, jangan ragu untuk mengakui kesalahan. Kata maaf tak menunjukkan kegagalan atau kelemahan, kok, tapi merupakan bukti penghormatan akan perasaan orang lain.

7. Tingkatkan Rasa Humor
Menghabiskan waktu berdua tetap menjadi cara efektif untuk menghangatkan hubungan. Habiskan waktu secara berkualitas, mencoba membicarakan tentang perasaan masing-masing walau sambil makan malam  atau setelah nonton bareng. Perbanyak waktu untuk menceritakan hal-hal lucu. Pasalnya, tertawa mampu membuat perasaan negatif berubah menjadi positif.

8. Memberi Dukungan
Beri dukungan jika si dia memutuskan untuk melakukan hal yang baik bagi masa depannya, seperti sekolah atau mengembangkan karier di luar negeri. Ini akan membuatnya merasa sangat dicintai. Ia tentu akan melakukan hal yang sama jika benar ia memiliki cinta sejati untuk Anda. Termasuk dukungan untuk membina hubungan yang lebih baik.

9. Selesaikan Masalah
Memendam masalah hanya karena tak senang berdebat bukanlah cara yang tepat. Ibarat bom waktu, kekesalan yang menumpuk lama kelamaan bisa meledak juga. Untuk itu, lakukan komunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikannya. Ingat, ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, tapi mencari cara yang tepat untuk menggabungkan keinginan satu sama lain dan menyampingkan sikap egois.

Berbagi Peran Kukuhkan Hubungan

Memiliki hubungan yang erat, hangat, penuh cinta, dan langgeng adalah impian semua pasangan. Bagaimana mencapainya? Askmen.com berbagi tips mengenai cara mengukuhkan hubungan agar tetap erat. Begini tipsnya:

1. Terimalah hal yang tak bisa dipecahkan
Menurut ilmuwan hubungan, John Gottman, 69 persen konflik dalam hubungan adalah masalah yang persisten, artinya, berputar dalam isu yang sama, yang timbul-tenggelam. Jika Anda menemukan masalah yang membangkitkan emosi menyakitkan, itulah masalah yang persisten.

Untuk menghentikan masalah ini merusak hubungan Anda, dibutuhkan untuk melihat masalah utamanya agar bisa melewati kesulitan ini. Ambil waktu untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai isu yang benar-benar berarti bagi Anda. Saat pasangan sedang berbicara, tugas Anda adalah mendengarkan, tidak menghakimi, dan mencari cara agar bisa mengerti cara pandangnya. Saat giliran Anda bicara, tugas dialah untuk mendengarkan. Dengan melakukan pendekatan lembut terhadap masalah yang rentan iritasi, Anda dan dia bisa sepakat untuk tidak sepakat atau sepakat melakukan pengorbanan dan bertemu di tengah.

2. Fokus pada hal-hal yang bisa diperbaiki
Selama argumen tidak membuat Anda merasa seperti sedang menumpang roller coaster emosi, anggap hal itu bisa diperbaiki. Satu hal yang cukup menyebabkan ketegangan pasangan adalah masalah keuangan. Sebanyak 33 persen pasangan memiliki cara pandang yang berbeda mengenai keuangan, kesejahteraan, dan utang. Jika Anda dan dia sudah hidup bersama, coba ambil waktu untuk duduk bersama dan membicarakan masalah keuangan ini. Anda dan dia seharusnya bisa menciptakan sebuah aturan bersama, jika tidak, masalah ini bisa jadi PR bersama. Gunakan metode ini untuk mengatasi masalah lain dalam hubungan yang bisa diperbaiki.

3. Hentikan siklus negatif
Hubungan yang bermasalah biasanya memiliki pola yang serupa. Artinya, yang satu memiliki sikap terlalu kritis dan meminta lebih, sementara yang lainnya tipe mundur dan menutup diri terhadap konflik. Kebanyakan pria, sekitar 85 persen, adalah tipe yang mundur. Alasannya bisa jadi cukup biologis, karena sistem kardiovaskuler pria sangat responsif terhadap stres, jadi marah-marah terhadap pasangan, bagi pria hanya akan menimbulkan ritme yang tidak nyaman. Diamnya dia adalah sebuah upaya untuk tetap nyaman. Untuk mengubah pola konflik negatif ini dalam hubungan Anda, lain kali upayakan untuk memberi tahu pasangan mengenai apa yang terjadi dalam diri Anda dengan mengatakan, "Saya bisa lihat, hal ini cukup penting untuk kamu. Saya terlalu marah untuk membicarakan hal ini sekarang, boleh kita time out dulu, dan membicarakan lagi saat perasaan sudah tenang?"


4. Mengerti amarah
Mengeluarkan isi hati dan perbedaan cara pandanga adalah hal yang sehat dalam sebuah hubungan. Ketika amarah menjadi bagian dalam kehidupan berhubungan, hal itu harus diperhatikan. Sue Johnson, ahli terapis emosi mengatakan, umumnya rasa sedih atau ketakutan untuk ditinggalkan biasanya berada di balik amarah seseorang yang ada dalam hubungan.

Pikirkan argumen terakhir Anda dan dia, dan gunakan pengetahuan ini untuk melihat pesan-pesan terselubung di dalam Anda dan pasangan yang sebenarnya ingin dikomunikasikan. Cobalah abaikan nada pasangan yang marah itu, dan lihat apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan. Contoh, ia berteriak, "Kamu tuh workaholic!" bisa jadi, pesan yang coba ia sampaikan, "Saya kangen kamu dan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan kamu."

5. Cari kesamaan tujuan
Situasi pasangan yang tidak sevisi akan berlaku seperti bom waktu. Pasangan yang berbagi impian dan tujuan memiliki hubungan yang lebih menyenangkan. Jika Anda merasa tidak sevisi ataupun sejalan dengannya, diskusikan mengenai filosofi hidup bersama. Tujuannya agar Anda berdua bisa berbagi hidup dan arah yang sama, di mana Anda dan dia ingin berlabuh, dan hal-hal apa yang berarti bagi Anda berdua. Carilah kesamaan antara Anda berdua dan bicarakan mengenai cara untuk mengusahakan aspirasi bersama.

6. Berbagi kekuasaan
Penelitian yang dilakukan John Gottman mengatakan, saat seseorang tidak mau berbagi peran dengan pasangannya, 81 persen kemungkinannya, hubungan itu akan rusak dan berantakan. Mengumpulkan kekuasaan bisa jadi akan membuat karier Anda gemilang, tetapi strategi ini akan menjadi bumerang dalam hubungan, karena pasangan Anda akan merasa opininya tidak berharga, dan dirinya tidak penting untuk Anda. Untuk menyelamatkan hubungan, ciptakan sebuah sikap yang berkompromi.

7. Jangan menyimpang
Para periset mengetahui sejak lama, bahwa pasangan yang tidak bahagia berfokus pada kenegativan hubungan. Jika Anda terjebak dalam rutinitas pikiran yang menyimpang ini, dan Anda menemukan diri sedang berpikir buruk tentang tindakan pasangan, cobalah pikirkan penjelasan netral tentang pasangan itu. Strategi lain, cobalah untuk melihat diri Anda di posisinya, dan lihat apakah ia akan berpikir seburuk itu tentang Anda juga. Jangan lupa untuk mengingatkan diri Anda tentang masa-masa bahagia yang pernah Anda dan dia lewati.

8. Konsentrasikan masa sekarang untuk memastikan masa depan
Untuk membangun hubungan yang erat, mulailah dengan saling menghargai momen-momen yang ada dalam hubungan, meski terlihat sepele. Jika pasangan Anda ingin berbagi sesuatu yang ia baca di internet, dengarkanlah, bahkan respon Anda biasa saja, tetapi setidaknya Anda mendengarkan, jangan menguap atau terlihat bosan. Percaya atau tidak, hal-hal kecil pun berpengaruh dalam hubungan. Lihatlah, ketika Anda sedang butuh pasangan, ia akan ada di sana untuk Anda.

9. Saling mengapresiasi
Ingat kencan pertama Anda? Bagaimana Anda berdandan dan bersikap sebaik mungkin untuk membuatnya tertarik, termasuk dengan mengatakan hal-hal baik tentangnya? Nah, jangan mentang-mentang Anda dan dia sudah saling tukar ikrar dan komitmen, lalu hal semacam ini bisa diabaikan begitu saja. Salah satu rahasia agar hubungan tetap kuat adalah untuk terus berusaha membuatnya merasa senang, termasuk dengan memberinya apresiasi. Tak perlu setiap hari melakukan upaya lebih untuk membuatnya merasa dihargai, tetapi sesekali akan membantunya merasa Anda memerhatikannya. Mulailah dari kata-kata kecil tetapi tulus, seperti bagaimana Anda suka ia mengenakan kemeja kesukaannya itu karena terkesan seksi, atau Anda bersyukur atas kemampuannya membetulkan hal-hal mekanik. Aturan utamanya, Anda memang benar-benar tulus dalam memberikan pujian itu.

10. Mengukuhkan persahabatan
Kepuasan Anda dalam hubungan berkaitan dengan seberapa eratnya hubungan Anda dengan pasangan. Riset mengungkapkan, cara kita untuk terkoneksi dengan orang lain terpengaruh dengan pengalaman masa kecil kita. Sebagai orang dewasa, gaya berhubungan yang insecure, berkaitan dengan masalah dalam hubungan itu, seperti kecemburuan, obsesi, dan naik-turun emosi. Kabar baiknya, di pola hubungan yang sekarang, Anda bisa mengupayakan keeratan hubungan dengan membangun persahabatan yang erat. Untuk melakukan itu, habiskanlah waktu bersama pasangan untuk melakukan hal-hal yang sama-sama disukai. Tanyakan pula kabar terbaru si dia, seperti kesukaan, ketidaksukaan, hal yang menekannya, dan ketertarikan barunya, karena orang akan terus berubah.

6 Langkah Jalin Komunikasi Efektif

Komunikasi adalah hal yang penting di antara pasangan. Ciptakan suasana yang nyaman untuk saling tukar pendapat dengan "fair".
 Adalah hal yang wajar untuk sesekali tidak sependapat dengan pasangan. Entah itu berhubungan dengan tugas rumahan, perhitungan keuangan, atau bahkan pemilihan menu makan malam. Bahkan untuk marah kepada pasangan atas hal-hal tertentu pun diperbolehkan. Asalkan tidak mengucap hal-hal yang membuatnya sakit hati dan mengarah ke perceraian atau putus hubungan. Mengungkapkan kekesalan kan hal yang wajar dan diperbolehkan, karena itu merupakan salah satu bentuk komunikasi. Pastikan cara berkomunikasi Anda tetap berjalan baik agar hubungan Anda senantiasa langgeng.

Menurut Patricia Gibberman, pekerja sosial dari Vancouver, kunci agar hubungan tetap berjalan adalah tetap berkomunikasi dengan cara yang memperdalam cinta dan koneksi. Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pasangan, terutama saat argumen berkata banyak tentang kekuatan pernikahan Anda.

Dalam studinya, dr John Gottman, ahli hubungan pernikahan menemukan bahwa mereka yang bicara dengan rasa hormat dan cinta memiliki hubungan yang lebih bahagia dan langgeng ketimbang yang cara bicaranya saling menyerang atau saling mencela.

"Pasangan suami istri yang berbahagia berlaku selayaknya sahabat, karena mereka bisa menangani konflik dengan cara lembut dan positif," ujar Gibberman, terapis komunikasi pasangan.

Enam langkah berikut bisa membantu Anda dan pasangan untuk berkomunikasi lebih baik dan lebih erat satu sama lain:

1. Menjadi pendengar aktif

"Kebanyakan pasangan tidak mau mendengar apa kata pasangannya saat ada perseruan, karena mereka sibuk memikirkan bagaimana menyangkal pasangannya," jelas Gibberman. Sebelum mulai beradu pendapat, sepakati untuk bergiliran. Salah satu dari Anda boleh bicara, sementara yang satunya lagi diam dan mendengarkan tanpa menyelak. Setelah masing-masing bicara, tunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan si lawan bicara.

2. Komplain tanpa menyalahkan

Gunakan kata panggilan untuk diri sendiri saat Anda meminta ia untuk melakukan sesuatu. Misal, Anda ingin si dia menaruh baju kotornya di keranjang baju kotor, karena selama ini dia selalu menaruh sembarangan. Anda bisa katakan, "Saya suka kesulitan kalau kamu menaruh baju kotor sembarangan. Boleh tolong saya, setiap kali ada baju kotor, tolong taruh di keranjang baju kotor?" Hindari kata-kata menyalahkan dengan penggunaan kata ke dia, seperti, "Kenapa sih, kamu tuh selalu taruh baju kotor sembarangan?"

3. Akui kesalahan Anda
Ambil tanggung jawab atas kontribusi Anda terhadap permasalahan, meski tidak mudah. Contohnya, "Saya seharusnya bicara dengan kamu tentang harga sofa itu sebelum beli. Boleh kita obrolin bagaimana cara kita untuk membayar sofa itu?" Mencoba mengelak, "Saya enggak belanja kemahalan, kok" atau menyerang, "Kamu juga belanja mahal, kok! Lihat tuh televisi layar datar!" hanya akan saling menyakiti dan memicu emosi.

4. Lupakan masa lalu
Saat Anda sedang berada dalam sebuah perseteruan dengan si dia, cobalah untuk berada dalam topik tersebut. Mengungkit topik lama hanya akan membuat si dia kesal, belum lagi akan membuatnya bersifat defensif. Plus, melebar ke topik lain hanya akan mempersulit mencapai resolusi.

5. Time out
"Saat diskusi tidak berlangsung dengan baik, kebanyakan pasangan cenderung tetap bertengkar, yang pada akhirnya akan memperparah keadaan," jelas Gibberman. Lain kali, jika Anda sedang bertengkar, cobalah  untuk minta waktu untuk menahan diskusi dan rehat sejenak, entah itu 15 menit atau 5 hari, hingga Anda cukup tenang dan bisa berpikir jernih. Asal dibicarakan lagi, tidak dibiarkan menguap begitu saja.

6. Tunjukkan rasa terima kasih

Setiap hari, carilah kesempatan untuk mengenali dan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan pasangan Anda dengan benar. Hal ini lebih baik ketimbang mencari-cari kesalahannya. Mengatakan hal-hal seperti, "Terima kasih untuk makan malamnya, Sayang. Telur dadar kamu memang yang paling enak," akan membantu menghangatkan suasana dan mempererat hubungan. Hal semacam ini akan makin mempermudah Anda dan dia mengatasi konflik.

3 Ranjau Komunikasi Pasangan

Ada banyak tips yang memberikan cara berkomunikasi dengan pasangan yang baik. Memang bisa membantu. Tetapi penting pula untuk mengetahui "ranjau-ranjau" yang bisa membuat komunikasi antarpasangan terhambat. Apa saja yang paling umum?

1. Berkomunikasi untuk memanipulasi

Tanpa sadar, kita berkomunikasi hanya untuk berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan, kapan kita inginkan, dan apakah orang yang kita ajak bicara bisa memberinya atau tidak. Kita merajuk, cemberut, mengancam, bahkan merengek untuk membuat orang yang kita ajak bicara merasa tidak enak. Tipe komunikasi semacam ini mungkin efektif sementara, tetapi bisa berbahaya bagi hubungan jangka panjang. Berhentilah melakukan hal ini. Hargai apa yang bisa ditawarkan pasangan Anda. Jika ia tak bisa memberikan apa yang Anda inginkan, coba lihat apakah Anda bisa mendapatkannya sendiri.

2. Berkomunikasi untuk menipu
Ini adalah bentuk komunikasi yang paling berbahaya. Tipe komunikasi yang bisa menghancurkan banyak hubungan. Kebohongan, berlebihan, dan penipuan bisa menimbulkan kebingungan serta rasa sakit. Hal ini akan menggoyahkan semua hubungan, dan akhirnya menimbulkan keretakan. Waspadalah terhadap bahaya komunikasi ini dan hentikan sebelum dimulai. Saat Anda jujur akan segala hal terhadap pasangan, Anda tak akan merasa nyaman menerima kebohongan. Jika hubungan dilandasi dengan kejujuran maka akan ada integritas di dalamnya.

3. Berkomunikasi dengan pesan ganda
Pesan ganda, mengatakan satu hal yang bermakna jamak tak jauh dari menipu. Ini juga bisa diartikan dengan berbohong. Menjanjikan sesuatu, entah itu tindakan atau kata-kata, tetapi tidak dilakukan. Pesan bermakna ganda bisa menciptakan kebingungan. Selalu perhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasangan, karena tindakan lebih jujur ketimbang kata-kata. Jika kata-katanya berbeda dengan apa yang ia lakukan, tak usah dengarkan kata-katanya. Mengertilah bahwa orang itu sendiri memiliki konflik di dalam dirinya, dan jangan biarkan Anda merasakan hal itu juga di dalam diri Anda.