Kata-Kata Bijak, Pengetahuan,Puisi,Lagu,Apa Aja deh. Please Comment . Thanks
"Welcome to My Blog"
Senin, 04 Juli 2011
Sabtu, 26 Maret 2011
Kamu
Langit biru di pagi yang beku
Langit biru tempatku memandangmu..
Tempatku merebahkan rasaku
Kamu...
Kamu..
Kamu...
Yang telah membelenggu jiwaku..
Selalu ..
Selalu dan selalu...
Kamu..
Kamu..
Kamu,..
Yang telah merebut hatiku...
Selalu ...
Selalu dan selalu..
Sungguh ku tak kuasa akan rasa itu...
Yang tumbuh di hatiku..
Kamu..Kamu..Kamu..
Jangan tinggalkanku...
Kamu..Kamu..Kamu..
Yang selalu dihatiku..
tanpa judul 1
Rasa ini membelenggu jiwa..
aku ingin memandang langit jingga..
pada senja aku berkata..
aku mencinta..
yang ku mau hanya cinta
yang tulus dalam jiwa..
aku ingin cinta ini dirasa olehnya..
aku ingin rasa ini dinikmati oleh jiwa jiwa semesta..
aku ingin memandang langit jingga..
pada senja aku berkata..
aku mencinta..
yang ku mau hanya cinta
yang tulus dalam jiwa..
aku ingin cinta ini dirasa olehnya..
aku ingin rasa ini dinikmati oleh jiwa jiwa semesta..
Senin, 28 Februari 2011
angan angan dan harapan
semesta ...
dengarkan..
semesta
rasakan..
semesta ..
tolong sampaikan...
perasaan...
harapan...
dan impian...
aku ingin ini bukan angan angan...
aku ingin menjadi kenyataan..
aku ingin ini terbalaskan...
kepadanya yang menawan...
oh Tuhan..
andai dia memberi kesempatan..
sekali ini saja Tuhan...
Ku mohon dengarkann..
nb : ini saya tulis sendiri loh :p, tolong kasih komentar ya bagi pembaca...anindyapravita.blogspot.com
Jumat, 25 Februari 2011
Yakin dan Mampu
Lega Rasanya...
Terlepas dari rasa yang membelenggu dalam jiwa..
walau pahit yang ku rasa..
tapi aku mencoba memahami semua ini,,
Bahwa ini adalah teguran dari Tuhan..
agar aku menjadi pribadi yang baik
agar aku memiliki rasa yang luar biasa..
Tuhan yang mempertemukan kita..
Tuhan pula yang memisahkan kita...
ini semua sudah garis yang ditakdirkan Tuhan,,
Ku sadar kamu itu milik Tuhanku
Kapan pun kamu diambil Tuhanku..
Aku harus siap..
Aku harus ikhlas..dan aku harus rela...
Karena aku yakin aku mampu..
aku yakin aku kuat..
Tuhanku memberikan kekuatan padaku..
Tuhanku pun mempunyai rencana yang indah dibalik ini semua..
Terimakasih Tuhanku telah menitipkan rasa yang indah padaku ..
walau hanya sekejap..
walau hanya sesaat..
dengan rasa itu aku mampu menjadi pribadi yang baik..
Kamis, 24 Februari 2011
Tuhan Maha Jawaban
Terjawab sudah semua pertanyaanku tadi malam..
Tuhanku memang Maha Jawaban...
Dia tau mana yang terbaik untukku dan mana yang belum baik untukku...
Kecewa,,, pastii..
Sedih ...pasti...
Marah....pasti...
Jengkel...pasti...
Tapi saya fikir itu hanyalah emosi sesaat dalam diri saya yang harus bisa saya kendalikan ..
Semua ini adalah pelajaran untuk saya..saya tidak mau berburuk sangka atas apa yang sudah menjadi garis hidup saya..
Tuhan telah menjamah doa saya...
Tuhan telah memberikan petunjuk untuk saya..
Sedih dan Bahagia itu sudah diatur oleh-Nya.
dan saya berfikir bahwa saat ini bukan hanya kesedihan yang saya alami...
tapi ada rasa bahagia..
memang benar yang namanya bahagia pasti selalu diringi dengan kesedihan...
itulah kehidupan,,, saling mengisi antara satu dengan lainnya..
Kejadian ini bukan membuat saya lemah..
Tapi membuat saya kuat..karena saya yakin.. Tuhan itu selalu melindungi saya..selalu memberi kekuatan pada saya.. saya hanya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.. untuk selanjutnya akan saya karyakan menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca oleh semua orang...
Tuhanku memang Maha Jawaban...
Dia tau mana yang terbaik untukku dan mana yang belum baik untukku...
Kecewa,,, pastii..
Sedih ...pasti...
Marah....pasti...
Jengkel...pasti...
Tapi saya fikir itu hanyalah emosi sesaat dalam diri saya yang harus bisa saya kendalikan ..
Semua ini adalah pelajaran untuk saya..saya tidak mau berburuk sangka atas apa yang sudah menjadi garis hidup saya..
Tuhan telah menjamah doa saya...
Tuhan telah memberikan petunjuk untuk saya..
Sedih dan Bahagia itu sudah diatur oleh-Nya.
dan saya berfikir bahwa saat ini bukan hanya kesedihan yang saya alami...
tapi ada rasa bahagia..
memang benar yang namanya bahagia pasti selalu diringi dengan kesedihan...
itulah kehidupan,,, saling mengisi antara satu dengan lainnya..
Kejadian ini bukan membuat saya lemah..
Tapi membuat saya kuat..karena saya yakin.. Tuhan itu selalu melindungi saya..selalu memberi kekuatan pada saya.. saya hanya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.. untuk selanjutnya akan saya karyakan menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca oleh semua orang...
Selasa, 15 Februari 2011
Berpikir Positif
Berpikir Positif dan Berjiwa Besar (red. Teori Psikologi)
* Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.
* Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu kepercayaan yang kuat.
* Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil.
* Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
* Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
* Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
* Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil.
* Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.
* Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
* Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang anda kira.Orang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa anda bukan orang kelas satu.
3. Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan anda.
Berpikir Positif
Berpikir Positif dan Berjiwa Besar (red. Teori Psikologi)
* Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.
* Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu kepercayaan yang kuat.
* Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil.
* Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
* Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
* Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
* Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil.
* Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.
* Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
* Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang anda kira.Orang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa anda bukan orang kelas satu.
3. Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan anda.
Pria Maniak Game Cenderung Merusak Hubungan
Anda sedang mencari pasangan hidup? Coba amati kegiatannya di waktu luang. Apakah ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain game komputer? Jika ya, hati-hati, hubungan Anda akan terganggu karena ia lebih senang berkutat dengan game-nya.
Menurut sebuah survei yang melibatkan 1.500 gamer dan pasangannya, yang diadakan oleh One-Poll.com, menyatakan bahwa separuh perempuan yang pasangannya memiliki game konsol mengaku "cemburu" dengan jatah waktu pasangannya yang didedikasikan lebih besar untuk game. Bayangkan saja, satu dari 10 pria mengaku pernah menolak sesi bercinta dan lebih memilih main game!
"Tampaknya, memiliki game konsol tak beda dengan cinta segitiga. Agak menyedihkan juga ya, jika dunia virtual didahulukan daripada dunia nyata," papar seorang juru bicara One-Poll.com.
Studi ini juga mendapati bahwa game Call of Duty adalah game yang paling menyebabkan problem dalam relasi pria dan wanita, diikuti oleh game Football Manager, Grand Theft Auto, Fifa, dan Medal of Honor.
Empat dari 10 gamer memainkan game komputer setiap hari dalam seminggu. Karena kebiasaannya itu, tujuh dari 10 pria mengaku pasangan mereka menjadi sering terganggu dengan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain game. Lamanya waktu untuk bermain game adalah minimal 10 jam dalam seminggu, demikian pengakuan seperlima dari responden.
Saking ngebetnya ingin bermain game, satu dari 10 pria mengaku pernah membatalkan kencan dan memilih melotot di depan komputer untuk bermain game. Repotnya, para pria ini berani mengatakan, "Jika Anda (kaum perempuan) butuh perhatian, silakan mengencani pria yang tidak main game komputer."
Berikut adalah game yang paling sering mengacaukan hubungan:
1. Call of Duty
2. Football Manager
3. Grand Theft Auto
4. FIFA
5. Medal of Honour
6. Halo
7. Super Mario Brothers
8. Gran Turismo
9. Mario Kart
10. Guitar Hero
11. Assassins Creed
12. Pro Evo Soccer
13. Resident Evil
14. World of Warcraft
15. F1
16. Red Dead Redemption
17. Need for Speed
18. Fallout
19. Gears of War
20. Angry Birds
21. Point Blank
22. Mafia Wars
23. Poker
Menurut sebuah survei yang melibatkan 1.500 gamer dan pasangannya, yang diadakan oleh One-Poll.com, menyatakan bahwa separuh perempuan yang pasangannya memiliki game konsol mengaku "cemburu" dengan jatah waktu pasangannya yang didedikasikan lebih besar untuk game. Bayangkan saja, satu dari 10 pria mengaku pernah menolak sesi bercinta dan lebih memilih main game!
"Tampaknya, memiliki game konsol tak beda dengan cinta segitiga. Agak menyedihkan juga ya, jika dunia virtual didahulukan daripada dunia nyata," papar seorang juru bicara One-Poll.com.
Studi ini juga mendapati bahwa game Call of Duty adalah game yang paling menyebabkan problem dalam relasi pria dan wanita, diikuti oleh game Football Manager, Grand Theft Auto, Fifa, dan Medal of Honor.
Empat dari 10 gamer memainkan game komputer setiap hari dalam seminggu. Karena kebiasaannya itu, tujuh dari 10 pria mengaku pasangan mereka menjadi sering terganggu dengan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain game. Lamanya waktu untuk bermain game adalah minimal 10 jam dalam seminggu, demikian pengakuan seperlima dari responden.
Saking ngebetnya ingin bermain game, satu dari 10 pria mengaku pernah membatalkan kencan dan memilih melotot di depan komputer untuk bermain game. Repotnya, para pria ini berani mengatakan, "Jika Anda (kaum perempuan) butuh perhatian, silakan mengencani pria yang tidak main game komputer."
Berikut adalah game yang paling sering mengacaukan hubungan:
1. Call of Duty
2. Football Manager
3. Grand Theft Auto
4. FIFA
5. Medal of Honour
6. Halo
7. Super Mario Brothers
8. Gran Turismo
9. Mario Kart
10. Guitar Hero
11. Assassins Creed
12. Pro Evo Soccer
13. Resident Evil
14. World of Warcraft
15. F1
16. Red Dead Redemption
17. Need for Speed
18. Fallout
19. Gears of War
20. Angry Birds
21. Point Blank
22. Mafia Wars
23. Poker
Sibuk Bekerja Alasan Menghindari Pasangan?
Memiliki pasangan yang produktif tentunya membanggakan. Namun, bagaimana jika suami bekerja lembur seharian di kantor, lalu pulang ke rumah dan lebih memilih kembali lagi berkutat dengan komputer, main games, atau melakukan hal lain, tapi tidak melibatkan Anda? Apakah ini pertanda si dia menghindar dari Anda?
Jangan dulu curiga menanggapi sikap suami seperti ini. Anda bisa mengenali apakah perilaku ini ada hubungannya dengan Anda atau tidak sama sekali. Sikap ini bisa muncul sepenuhnya karena pasangan begitu tertekan dengan pekerjaan dan menginginkan waktu untuk menghibur dirinya. Anda bisa meyakini pernyataan ini asalkan pasangan masih sering dan berusaha menyediakan waktu berkualitas untuk berduaan di akhir pekan.
"Jika suami sibuk setiap hari, begitu juga pada akhir pekan, dan tak menunjukkan usahanya untuk menikmati akhir pekan bersama Anda, ini pertanda buruk," papar psikiater Catherine Birndorf MD.
Respons hangat yang bisa mencairkan suasana
Tunjukkan simpati Anda kepada pasangan mengenai tuntutan pekerjaan yang menyibukkan sepanjang hari. Namun, jangan memberi kesan Anda menunggunya sepanjang hari dan emosi saat pasangan tak mengindahkan Anda sepulang kerja. Tunjukkan sikap Anda pun bekerja keras setiap harinya dengan berbagai aktivitas di kantor atau di rumah. Namun, tampilkan juga gestur bahwa Anda lebih senang dan nyaman jika pasangan menyempatkan waktu untuk berdua sesaat saja selelah apa pun pekerjaan di kantor.
"Cobalah katakan kepada pasangan, Anda memahami tuntutan pekerjaannya. Namun, tak ada salahnya juga meminta pasangan Anda mencium atau sekadar ngobrol santai sepulang kerja beberapa waktu saja," saran Birndorf.
Ciptakan akhir pekan yang disukainya
Bagi Anda yang memiliki pasangan dengan waktu kerja panjang, manfaatkan akhir pekan. Anda bisa menciptakan kegiatan yang Anda tahu disukai olehnya. Manfaatkan waktu ini untuk menciptakan quality time bersamanya.
"Hindari bersikap pasif atau menyerang dalam menghadapi minimnya waktu bersama pasangan. Cara ini hanya akan semakin menjauhkan pasangan dari Anda," papar Birndorf.
Jangan dulu curiga menanggapi sikap suami seperti ini. Anda bisa mengenali apakah perilaku ini ada hubungannya dengan Anda atau tidak sama sekali. Sikap ini bisa muncul sepenuhnya karena pasangan begitu tertekan dengan pekerjaan dan menginginkan waktu untuk menghibur dirinya. Anda bisa meyakini pernyataan ini asalkan pasangan masih sering dan berusaha menyediakan waktu berkualitas untuk berduaan di akhir pekan.
"Jika suami sibuk setiap hari, begitu juga pada akhir pekan, dan tak menunjukkan usahanya untuk menikmati akhir pekan bersama Anda, ini pertanda buruk," papar psikiater Catherine Birndorf MD.
Respons hangat yang bisa mencairkan suasana
Tunjukkan simpati Anda kepada pasangan mengenai tuntutan pekerjaan yang menyibukkan sepanjang hari. Namun, jangan memberi kesan Anda menunggunya sepanjang hari dan emosi saat pasangan tak mengindahkan Anda sepulang kerja. Tunjukkan sikap Anda pun bekerja keras setiap harinya dengan berbagai aktivitas di kantor atau di rumah. Namun, tampilkan juga gestur bahwa Anda lebih senang dan nyaman jika pasangan menyempatkan waktu untuk berdua sesaat saja selelah apa pun pekerjaan di kantor.
"Cobalah katakan kepada pasangan, Anda memahami tuntutan pekerjaannya. Namun, tak ada salahnya juga meminta pasangan Anda mencium atau sekadar ngobrol santai sepulang kerja beberapa waktu saja," saran Birndorf.
Ciptakan akhir pekan yang disukainya
Bagi Anda yang memiliki pasangan dengan waktu kerja panjang, manfaatkan akhir pekan. Anda bisa menciptakan kegiatan yang Anda tahu disukai olehnya. Manfaatkan waktu ini untuk menciptakan quality time bersamanya.
"Hindari bersikap pasif atau menyerang dalam menghadapi minimnya waktu bersama pasangan. Cara ini hanya akan semakin menjauhkan pasangan dari Anda," papar Birndorf.
9 Syarat Hubungan Sehat
Hubungan sehat adalah milik siapa saja. Siapa pun berhak untuk merasakannya. Termasuk Anda. Tetapi, seperti apakah ciri-ciri hubungan yang sehat itu? Simak 9 hal berikut ini:
1. Kebahagiaan Milik Anda
Sebaik atau seburuk apa pun perilaku pasangan, keputusan untuk merasa bahagia tetap ada di tangan Anda. Ingat, orang lain tak selalu bisa memberikannya, termasuk orang yang paling mencintai Anda. Dengarkanlah kata hati, apa yang membuat bahagia atau tidak, sebab di sanalah letak kejujuran. Hubungan sehat merupakan hubungan yang menghargai kebahagiaan, bukan sekadar "status". Intinya, sayangi diri Anda.
2. Buatlah Perjanjian
Mau di bawa ke mana hubungan ini, tergantung Anda dan si dia. Membuat sebuah komitmen awal merupakan salah satu solusi tepat. Ini merupakan cara untuk menghormati hak dan kewajiban satu sama lain. Ajaklah pasangan untuk membicarakannya. Apa saja yang diharapkan dari hubungan ini. Buatlah kata sepakat tanpa perlu berdebat. Setelah itu, hormati komitmen bersama.
3. Saling Percaya
Ketahuilah kalau makna sebuah hubungan bukanlah saling mengekang melainkan berbagi. Posesif tak selamanya bisa digunakan sebagai wujud cinta jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan pola itu. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya akan meminimalisir kehadiran pikiran-pikiran negatif yang bisa meretakkan hubungan.
4. Respek
Menghormati apa yang Anda inginkan dan tidak, termasuk dalam hal seks, memberikan kebebasan waktu, kebebasan untuk mengutarakan pendapat, kebebasan untuk membicarakan permasalahan bersama-sama, merupakan wujud sehatnya hubungan. Namun, jangan gunakan kebebasan ini semena-mena, ya. Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
5. Kasar Bukanlah "Sebab-Akibat"
Tindakan untuk berkata atau berbuat kasar bukanlah sebuah "sebab-akibat", itu merupakan pilihan. Jangan begitu saja menerima perkataan, "Aku kasar karena tindakan kamu". Jika benar ia sayang, tentu akan memilih cara baik-baik dalam menyelesaikan setiap masalah. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang dalam situasi "panas", usahakan untuk menenangkan pikiran dulu, jangan biarkan mulut dan tangan mengambil alih kendali.
6. Memaafkan dan Minta Maaf
Bukan hanya sekadar kalimat, "Ya, aku memaafkan kamu," tapi juga harus diikuti dengan komitmen untuk tak lagi melakukan hal yang sama. Belajar dari masa lalu merupakan salah satu cara membina hubungan yang sehat. Satu lagi, jika merasa salah, jangan ragu untuk mengakui kesalahan. Kata maaf tak menunjukkan kegagalan atau kelemahan, kok, tapi merupakan bukti penghormatan akan perasaan orang lain.
7. Tingkatkan Rasa Humor
Menghabiskan waktu berdua tetap menjadi cara efektif untuk menghangatkan hubungan. Habiskan waktu secara berkualitas, mencoba membicarakan tentang perasaan masing-masing walau sambil makan malam atau setelah nonton bareng. Perbanyak waktu untuk menceritakan hal-hal lucu. Pasalnya, tertawa mampu membuat perasaan negatif berubah menjadi positif.
8. Memberi Dukungan
Beri dukungan jika si dia memutuskan untuk melakukan hal yang baik bagi masa depannya, seperti sekolah atau mengembangkan karier di luar negeri. Ini akan membuatnya merasa sangat dicintai. Ia tentu akan melakukan hal yang sama jika benar ia memiliki cinta sejati untuk Anda. Termasuk dukungan untuk membina hubungan yang lebih baik.
9. Selesaikan Masalah
Memendam masalah hanya karena tak senang berdebat bukanlah cara yang tepat. Ibarat bom waktu, kekesalan yang menumpuk lama kelamaan bisa meledak juga. Untuk itu, lakukan komunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikannya. Ingat, ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, tapi mencari cara yang tepat untuk menggabungkan keinginan satu sama lain dan menyampingkan sikap egois.
1. Kebahagiaan Milik Anda
Sebaik atau seburuk apa pun perilaku pasangan, keputusan untuk merasa bahagia tetap ada di tangan Anda. Ingat, orang lain tak selalu bisa memberikannya, termasuk orang yang paling mencintai Anda. Dengarkanlah kata hati, apa yang membuat bahagia atau tidak, sebab di sanalah letak kejujuran. Hubungan sehat merupakan hubungan yang menghargai kebahagiaan, bukan sekadar "status". Intinya, sayangi diri Anda.
2. Buatlah Perjanjian
Mau di bawa ke mana hubungan ini, tergantung Anda dan si dia. Membuat sebuah komitmen awal merupakan salah satu solusi tepat. Ini merupakan cara untuk menghormati hak dan kewajiban satu sama lain. Ajaklah pasangan untuk membicarakannya. Apa saja yang diharapkan dari hubungan ini. Buatlah kata sepakat tanpa perlu berdebat. Setelah itu, hormati komitmen bersama.
3. Saling Percaya
Ketahuilah kalau makna sebuah hubungan bukanlah saling mengekang melainkan berbagi. Posesif tak selamanya bisa digunakan sebagai wujud cinta jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan pola itu. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya akan meminimalisir kehadiran pikiran-pikiran negatif yang bisa meretakkan hubungan.
4. Respek
Menghormati apa yang Anda inginkan dan tidak, termasuk dalam hal seks, memberikan kebebasan waktu, kebebasan untuk mengutarakan pendapat, kebebasan untuk membicarakan permasalahan bersama-sama, merupakan wujud sehatnya hubungan. Namun, jangan gunakan kebebasan ini semena-mena, ya. Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
5. Kasar Bukanlah "Sebab-Akibat"
Tindakan untuk berkata atau berbuat kasar bukanlah sebuah "sebab-akibat", itu merupakan pilihan. Jangan begitu saja menerima perkataan, "Aku kasar karena tindakan kamu". Jika benar ia sayang, tentu akan memilih cara baik-baik dalam menyelesaikan setiap masalah. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang dalam situasi "panas", usahakan untuk menenangkan pikiran dulu, jangan biarkan mulut dan tangan mengambil alih kendali.
6. Memaafkan dan Minta Maaf
Bukan hanya sekadar kalimat, "Ya, aku memaafkan kamu," tapi juga harus diikuti dengan komitmen untuk tak lagi melakukan hal yang sama. Belajar dari masa lalu merupakan salah satu cara membina hubungan yang sehat. Satu lagi, jika merasa salah, jangan ragu untuk mengakui kesalahan. Kata maaf tak menunjukkan kegagalan atau kelemahan, kok, tapi merupakan bukti penghormatan akan perasaan orang lain.
7. Tingkatkan Rasa Humor
Menghabiskan waktu berdua tetap menjadi cara efektif untuk menghangatkan hubungan. Habiskan waktu secara berkualitas, mencoba membicarakan tentang perasaan masing-masing walau sambil makan malam atau setelah nonton bareng. Perbanyak waktu untuk menceritakan hal-hal lucu. Pasalnya, tertawa mampu membuat perasaan negatif berubah menjadi positif.
8. Memberi Dukungan
Beri dukungan jika si dia memutuskan untuk melakukan hal yang baik bagi masa depannya, seperti sekolah atau mengembangkan karier di luar negeri. Ini akan membuatnya merasa sangat dicintai. Ia tentu akan melakukan hal yang sama jika benar ia memiliki cinta sejati untuk Anda. Termasuk dukungan untuk membina hubungan yang lebih baik.
9. Selesaikan Masalah
Memendam masalah hanya karena tak senang berdebat bukanlah cara yang tepat. Ibarat bom waktu, kekesalan yang menumpuk lama kelamaan bisa meledak juga. Untuk itu, lakukan komunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikannya. Ingat, ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, tapi mencari cara yang tepat untuk menggabungkan keinginan satu sama lain dan menyampingkan sikap egois.
Berbagi Peran Kukuhkan Hubungan
Memiliki hubungan yang erat, hangat, penuh cinta, dan langgeng adalah impian semua pasangan. Bagaimana mencapainya? Askmen.com berbagi tips mengenai cara mengukuhkan hubungan agar tetap erat. Begini tipsnya:
1. Terimalah hal yang tak bisa dipecahkan
Menurut ilmuwan hubungan, John Gottman, 69 persen konflik dalam hubungan adalah masalah yang persisten, artinya, berputar dalam isu yang sama, yang timbul-tenggelam. Jika Anda menemukan masalah yang membangkitkan emosi menyakitkan, itulah masalah yang persisten.
Untuk menghentikan masalah ini merusak hubungan Anda, dibutuhkan untuk melihat masalah utamanya agar bisa melewati kesulitan ini. Ambil waktu untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai isu yang benar-benar berarti bagi Anda. Saat pasangan sedang berbicara, tugas Anda adalah mendengarkan, tidak menghakimi, dan mencari cara agar bisa mengerti cara pandangnya. Saat giliran Anda bicara, tugas dialah untuk mendengarkan. Dengan melakukan pendekatan lembut terhadap masalah yang rentan iritasi, Anda dan dia bisa sepakat untuk tidak sepakat atau sepakat melakukan pengorbanan dan bertemu di tengah.
2. Fokus pada hal-hal yang bisa diperbaiki
Selama argumen tidak membuat Anda merasa seperti sedang menumpang roller coaster emosi, anggap hal itu bisa diperbaiki. Satu hal yang cukup menyebabkan ketegangan pasangan adalah masalah keuangan. Sebanyak 33 persen pasangan memiliki cara pandang yang berbeda mengenai keuangan, kesejahteraan, dan utang. Jika Anda dan dia sudah hidup bersama, coba ambil waktu untuk duduk bersama dan membicarakan masalah keuangan ini. Anda dan dia seharusnya bisa menciptakan sebuah aturan bersama, jika tidak, masalah ini bisa jadi PR bersama. Gunakan metode ini untuk mengatasi masalah lain dalam hubungan yang bisa diperbaiki.
3. Hentikan siklus negatif
Hubungan yang bermasalah biasanya memiliki pola yang serupa. Artinya, yang satu memiliki sikap terlalu kritis dan meminta lebih, sementara yang lainnya tipe mundur dan menutup diri terhadap konflik. Kebanyakan pria, sekitar 85 persen, adalah tipe yang mundur. Alasannya bisa jadi cukup biologis, karena sistem kardiovaskuler pria sangat responsif terhadap stres, jadi marah-marah terhadap pasangan, bagi pria hanya akan menimbulkan ritme yang tidak nyaman. Diamnya dia adalah sebuah upaya untuk tetap nyaman. Untuk mengubah pola konflik negatif ini dalam hubungan Anda, lain kali upayakan untuk memberi tahu pasangan mengenai apa yang terjadi dalam diri Anda dengan mengatakan, "Saya bisa lihat, hal ini cukup penting untuk kamu. Saya terlalu marah untuk membicarakan hal ini sekarang, boleh kita time out dulu, dan membicarakan lagi saat perasaan sudah tenang?"
4. Mengerti amarah
Mengeluarkan isi hati dan perbedaan cara pandanga adalah hal yang sehat dalam sebuah hubungan. Ketika amarah menjadi bagian dalam kehidupan berhubungan, hal itu harus diperhatikan. Sue Johnson, ahli terapis emosi mengatakan, umumnya rasa sedih atau ketakutan untuk ditinggalkan biasanya berada di balik amarah seseorang yang ada dalam hubungan.
Pikirkan argumen terakhir Anda dan dia, dan gunakan pengetahuan ini untuk melihat pesan-pesan terselubung di dalam Anda dan pasangan yang sebenarnya ingin dikomunikasikan. Cobalah abaikan nada pasangan yang marah itu, dan lihat apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan. Contoh, ia berteriak, "Kamu tuh workaholic!" bisa jadi, pesan yang coba ia sampaikan, "Saya kangen kamu dan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan kamu."
5. Cari kesamaan tujuan
Situasi pasangan yang tidak sevisi akan berlaku seperti bom waktu. Pasangan yang berbagi impian dan tujuan memiliki hubungan yang lebih menyenangkan. Jika Anda merasa tidak sevisi ataupun sejalan dengannya, diskusikan mengenai filosofi hidup bersama. Tujuannya agar Anda berdua bisa berbagi hidup dan arah yang sama, di mana Anda dan dia ingin berlabuh, dan hal-hal apa yang berarti bagi Anda berdua. Carilah kesamaan antara Anda berdua dan bicarakan mengenai cara untuk mengusahakan aspirasi bersama.
6. Berbagi kekuasaan
Penelitian yang dilakukan John Gottman mengatakan, saat seseorang tidak mau berbagi peran dengan pasangannya, 81 persen kemungkinannya, hubungan itu akan rusak dan berantakan. Mengumpulkan kekuasaan bisa jadi akan membuat karier Anda gemilang, tetapi strategi ini akan menjadi bumerang dalam hubungan, karena pasangan Anda akan merasa opininya tidak berharga, dan dirinya tidak penting untuk Anda. Untuk menyelamatkan hubungan, ciptakan sebuah sikap yang berkompromi.
7. Jangan menyimpang
Para periset mengetahui sejak lama, bahwa pasangan yang tidak bahagia berfokus pada kenegativan hubungan. Jika Anda terjebak dalam rutinitas pikiran yang menyimpang ini, dan Anda menemukan diri sedang berpikir buruk tentang tindakan pasangan, cobalah pikirkan penjelasan netral tentang pasangan itu. Strategi lain, cobalah untuk melihat diri Anda di posisinya, dan lihat apakah ia akan berpikir seburuk itu tentang Anda juga. Jangan lupa untuk mengingatkan diri Anda tentang masa-masa bahagia yang pernah Anda dan dia lewati.
8. Konsentrasikan masa sekarang untuk memastikan masa depan
Untuk membangun hubungan yang erat, mulailah dengan saling menghargai momen-momen yang ada dalam hubungan, meski terlihat sepele. Jika pasangan Anda ingin berbagi sesuatu yang ia baca di internet, dengarkanlah, bahkan respon Anda biasa saja, tetapi setidaknya Anda mendengarkan, jangan menguap atau terlihat bosan. Percaya atau tidak, hal-hal kecil pun berpengaruh dalam hubungan. Lihatlah, ketika Anda sedang butuh pasangan, ia akan ada di sana untuk Anda.
9. Saling mengapresiasi
Ingat kencan pertama Anda? Bagaimana Anda berdandan dan bersikap sebaik mungkin untuk membuatnya tertarik, termasuk dengan mengatakan hal-hal baik tentangnya? Nah, jangan mentang-mentang Anda dan dia sudah saling tukar ikrar dan komitmen, lalu hal semacam ini bisa diabaikan begitu saja. Salah satu rahasia agar hubungan tetap kuat adalah untuk terus berusaha membuatnya merasa senang, termasuk dengan memberinya apresiasi. Tak perlu setiap hari melakukan upaya lebih untuk membuatnya merasa dihargai, tetapi sesekali akan membantunya merasa Anda memerhatikannya. Mulailah dari kata-kata kecil tetapi tulus, seperti bagaimana Anda suka ia mengenakan kemeja kesukaannya itu karena terkesan seksi, atau Anda bersyukur atas kemampuannya membetulkan hal-hal mekanik. Aturan utamanya, Anda memang benar-benar tulus dalam memberikan pujian itu.
10. Mengukuhkan persahabatan
Kepuasan Anda dalam hubungan berkaitan dengan seberapa eratnya hubungan Anda dengan pasangan. Riset mengungkapkan, cara kita untuk terkoneksi dengan orang lain terpengaruh dengan pengalaman masa kecil kita. Sebagai orang dewasa, gaya berhubungan yang insecure, berkaitan dengan masalah dalam hubungan itu, seperti kecemburuan, obsesi, dan naik-turun emosi. Kabar baiknya, di pola hubungan yang sekarang, Anda bisa mengupayakan keeratan hubungan dengan membangun persahabatan yang erat. Untuk melakukan itu, habiskanlah waktu bersama pasangan untuk melakukan hal-hal yang sama-sama disukai. Tanyakan pula kabar terbaru si dia, seperti kesukaan, ketidaksukaan, hal yang menekannya, dan ketertarikan barunya, karena orang akan terus berubah.
1. Terimalah hal yang tak bisa dipecahkan
Menurut ilmuwan hubungan, John Gottman, 69 persen konflik dalam hubungan adalah masalah yang persisten, artinya, berputar dalam isu yang sama, yang timbul-tenggelam. Jika Anda menemukan masalah yang membangkitkan emosi menyakitkan, itulah masalah yang persisten.
Untuk menghentikan masalah ini merusak hubungan Anda, dibutuhkan untuk melihat masalah utamanya agar bisa melewati kesulitan ini. Ambil waktu untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai isu yang benar-benar berarti bagi Anda. Saat pasangan sedang berbicara, tugas Anda adalah mendengarkan, tidak menghakimi, dan mencari cara agar bisa mengerti cara pandangnya. Saat giliran Anda bicara, tugas dialah untuk mendengarkan. Dengan melakukan pendekatan lembut terhadap masalah yang rentan iritasi, Anda dan dia bisa sepakat untuk tidak sepakat atau sepakat melakukan pengorbanan dan bertemu di tengah.
2. Fokus pada hal-hal yang bisa diperbaiki
Selama argumen tidak membuat Anda merasa seperti sedang menumpang roller coaster emosi, anggap hal itu bisa diperbaiki. Satu hal yang cukup menyebabkan ketegangan pasangan adalah masalah keuangan. Sebanyak 33 persen pasangan memiliki cara pandang yang berbeda mengenai keuangan, kesejahteraan, dan utang. Jika Anda dan dia sudah hidup bersama, coba ambil waktu untuk duduk bersama dan membicarakan masalah keuangan ini. Anda dan dia seharusnya bisa menciptakan sebuah aturan bersama, jika tidak, masalah ini bisa jadi PR bersama. Gunakan metode ini untuk mengatasi masalah lain dalam hubungan yang bisa diperbaiki.
3. Hentikan siklus negatif
Hubungan yang bermasalah biasanya memiliki pola yang serupa. Artinya, yang satu memiliki sikap terlalu kritis dan meminta lebih, sementara yang lainnya tipe mundur dan menutup diri terhadap konflik. Kebanyakan pria, sekitar 85 persen, adalah tipe yang mundur. Alasannya bisa jadi cukup biologis, karena sistem kardiovaskuler pria sangat responsif terhadap stres, jadi marah-marah terhadap pasangan, bagi pria hanya akan menimbulkan ritme yang tidak nyaman. Diamnya dia adalah sebuah upaya untuk tetap nyaman. Untuk mengubah pola konflik negatif ini dalam hubungan Anda, lain kali upayakan untuk memberi tahu pasangan mengenai apa yang terjadi dalam diri Anda dengan mengatakan, "Saya bisa lihat, hal ini cukup penting untuk kamu. Saya terlalu marah untuk membicarakan hal ini sekarang, boleh kita time out dulu, dan membicarakan lagi saat perasaan sudah tenang?"
4. Mengerti amarah
Mengeluarkan isi hati dan perbedaan cara pandanga adalah hal yang sehat dalam sebuah hubungan. Ketika amarah menjadi bagian dalam kehidupan berhubungan, hal itu harus diperhatikan. Sue Johnson, ahli terapis emosi mengatakan, umumnya rasa sedih atau ketakutan untuk ditinggalkan biasanya berada di balik amarah seseorang yang ada dalam hubungan.
Pikirkan argumen terakhir Anda dan dia, dan gunakan pengetahuan ini untuk melihat pesan-pesan terselubung di dalam Anda dan pasangan yang sebenarnya ingin dikomunikasikan. Cobalah abaikan nada pasangan yang marah itu, dan lihat apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan. Contoh, ia berteriak, "Kamu tuh workaholic!" bisa jadi, pesan yang coba ia sampaikan, "Saya kangen kamu dan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan kamu."
5. Cari kesamaan tujuan
Situasi pasangan yang tidak sevisi akan berlaku seperti bom waktu. Pasangan yang berbagi impian dan tujuan memiliki hubungan yang lebih menyenangkan. Jika Anda merasa tidak sevisi ataupun sejalan dengannya, diskusikan mengenai filosofi hidup bersama. Tujuannya agar Anda berdua bisa berbagi hidup dan arah yang sama, di mana Anda dan dia ingin berlabuh, dan hal-hal apa yang berarti bagi Anda berdua. Carilah kesamaan antara Anda berdua dan bicarakan mengenai cara untuk mengusahakan aspirasi bersama.
6. Berbagi kekuasaan
Penelitian yang dilakukan John Gottman mengatakan, saat seseorang tidak mau berbagi peran dengan pasangannya, 81 persen kemungkinannya, hubungan itu akan rusak dan berantakan. Mengumpulkan kekuasaan bisa jadi akan membuat karier Anda gemilang, tetapi strategi ini akan menjadi bumerang dalam hubungan, karena pasangan Anda akan merasa opininya tidak berharga, dan dirinya tidak penting untuk Anda. Untuk menyelamatkan hubungan, ciptakan sebuah sikap yang berkompromi.
7. Jangan menyimpang
Para periset mengetahui sejak lama, bahwa pasangan yang tidak bahagia berfokus pada kenegativan hubungan. Jika Anda terjebak dalam rutinitas pikiran yang menyimpang ini, dan Anda menemukan diri sedang berpikir buruk tentang tindakan pasangan, cobalah pikirkan penjelasan netral tentang pasangan itu. Strategi lain, cobalah untuk melihat diri Anda di posisinya, dan lihat apakah ia akan berpikir seburuk itu tentang Anda juga. Jangan lupa untuk mengingatkan diri Anda tentang masa-masa bahagia yang pernah Anda dan dia lewati.
8. Konsentrasikan masa sekarang untuk memastikan masa depan
Untuk membangun hubungan yang erat, mulailah dengan saling menghargai momen-momen yang ada dalam hubungan, meski terlihat sepele. Jika pasangan Anda ingin berbagi sesuatu yang ia baca di internet, dengarkanlah, bahkan respon Anda biasa saja, tetapi setidaknya Anda mendengarkan, jangan menguap atau terlihat bosan. Percaya atau tidak, hal-hal kecil pun berpengaruh dalam hubungan. Lihatlah, ketika Anda sedang butuh pasangan, ia akan ada di sana untuk Anda.
9. Saling mengapresiasi
Ingat kencan pertama Anda? Bagaimana Anda berdandan dan bersikap sebaik mungkin untuk membuatnya tertarik, termasuk dengan mengatakan hal-hal baik tentangnya? Nah, jangan mentang-mentang Anda dan dia sudah saling tukar ikrar dan komitmen, lalu hal semacam ini bisa diabaikan begitu saja. Salah satu rahasia agar hubungan tetap kuat adalah untuk terus berusaha membuatnya merasa senang, termasuk dengan memberinya apresiasi. Tak perlu setiap hari melakukan upaya lebih untuk membuatnya merasa dihargai, tetapi sesekali akan membantunya merasa Anda memerhatikannya. Mulailah dari kata-kata kecil tetapi tulus, seperti bagaimana Anda suka ia mengenakan kemeja kesukaannya itu karena terkesan seksi, atau Anda bersyukur atas kemampuannya membetulkan hal-hal mekanik. Aturan utamanya, Anda memang benar-benar tulus dalam memberikan pujian itu.
10. Mengukuhkan persahabatan
Kepuasan Anda dalam hubungan berkaitan dengan seberapa eratnya hubungan Anda dengan pasangan. Riset mengungkapkan, cara kita untuk terkoneksi dengan orang lain terpengaruh dengan pengalaman masa kecil kita. Sebagai orang dewasa, gaya berhubungan yang insecure, berkaitan dengan masalah dalam hubungan itu, seperti kecemburuan, obsesi, dan naik-turun emosi. Kabar baiknya, di pola hubungan yang sekarang, Anda bisa mengupayakan keeratan hubungan dengan membangun persahabatan yang erat. Untuk melakukan itu, habiskanlah waktu bersama pasangan untuk melakukan hal-hal yang sama-sama disukai. Tanyakan pula kabar terbaru si dia, seperti kesukaan, ketidaksukaan, hal yang menekannya, dan ketertarikan barunya, karena orang akan terus berubah.
6 Langkah Jalin Komunikasi Efektif
![]() |
| Komunikasi adalah hal yang penting di antara pasangan. Ciptakan suasana yang nyaman untuk saling tukar pendapat dengan "fair". |
Menurut Patricia Gibberman, pekerja sosial dari Vancouver, kunci agar hubungan tetap berjalan adalah tetap berkomunikasi dengan cara yang memperdalam cinta dan koneksi. Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pasangan, terutama saat argumen berkata banyak tentang kekuatan pernikahan Anda.
Dalam studinya, dr John Gottman, ahli hubungan pernikahan menemukan bahwa mereka yang bicara dengan rasa hormat dan cinta memiliki hubungan yang lebih bahagia dan langgeng ketimbang yang cara bicaranya saling menyerang atau saling mencela.
"Pasangan suami istri yang berbahagia berlaku selayaknya sahabat, karena mereka bisa menangani konflik dengan cara lembut dan positif," ujar Gibberman, terapis komunikasi pasangan.
Enam langkah berikut bisa membantu Anda dan pasangan untuk berkomunikasi lebih baik dan lebih erat satu sama lain:
1. Menjadi pendengar aktif
"Kebanyakan pasangan tidak mau mendengar apa kata pasangannya saat ada perseruan, karena mereka sibuk memikirkan bagaimana menyangkal pasangannya," jelas Gibberman. Sebelum mulai beradu pendapat, sepakati untuk bergiliran. Salah satu dari Anda boleh bicara, sementara yang satunya lagi diam dan mendengarkan tanpa menyelak. Setelah masing-masing bicara, tunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan si lawan bicara.
2. Komplain tanpa menyalahkan
Gunakan kata panggilan untuk diri sendiri saat Anda meminta ia untuk melakukan sesuatu. Misal, Anda ingin si dia menaruh baju kotornya di keranjang baju kotor, karena selama ini dia selalu menaruh sembarangan. Anda bisa katakan, "Saya suka kesulitan kalau kamu menaruh baju kotor sembarangan. Boleh tolong saya, setiap kali ada baju kotor, tolong taruh di keranjang baju kotor?" Hindari kata-kata menyalahkan dengan penggunaan kata ke dia, seperti, "Kenapa sih, kamu tuh selalu taruh baju kotor sembarangan?"
3. Akui kesalahan Anda
Ambil tanggung jawab atas kontribusi Anda terhadap permasalahan, meski tidak mudah. Contohnya, "Saya seharusnya bicara dengan kamu tentang harga sofa itu sebelum beli. Boleh kita obrolin bagaimana cara kita untuk membayar sofa itu?" Mencoba mengelak, "Saya enggak belanja kemahalan, kok" atau menyerang, "Kamu juga belanja mahal, kok! Lihat tuh televisi layar datar!" hanya akan saling menyakiti dan memicu emosi.
4. Lupakan masa lalu
Saat Anda sedang berada dalam sebuah perseteruan dengan si dia, cobalah untuk berada dalam topik tersebut. Mengungkit topik lama hanya akan membuat si dia kesal, belum lagi akan membuatnya bersifat defensif. Plus, melebar ke topik lain hanya akan mempersulit mencapai resolusi.
5. Time out
"Saat diskusi tidak berlangsung dengan baik, kebanyakan pasangan cenderung tetap bertengkar, yang pada akhirnya akan memperparah keadaan," jelas Gibberman. Lain kali, jika Anda sedang bertengkar, cobalah untuk minta waktu untuk menahan diskusi dan rehat sejenak, entah itu 15 menit atau 5 hari, hingga Anda cukup tenang dan bisa berpikir jernih. Asal dibicarakan lagi, tidak dibiarkan menguap begitu saja.
6. Tunjukkan rasa terima kasih
Setiap hari, carilah kesempatan untuk mengenali dan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan pasangan Anda dengan benar. Hal ini lebih baik ketimbang mencari-cari kesalahannya. Mengatakan hal-hal seperti, "Terima kasih untuk makan malamnya, Sayang. Telur dadar kamu memang yang paling enak," akan membantu menghangatkan suasana dan mempererat hubungan. Hal semacam ini akan makin mempermudah Anda dan dia mengatasi konflik.
3 Ranjau Komunikasi Pasangan
Ada banyak tips yang memberikan cara berkomunikasi dengan pasangan yang baik. Memang bisa membantu. Tetapi penting pula untuk mengetahui "ranjau-ranjau" yang bisa membuat komunikasi antarpasangan terhambat. Apa saja yang paling umum?
1. Berkomunikasi untuk memanipulasi
Tanpa sadar, kita berkomunikasi hanya untuk berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan, kapan kita inginkan, dan apakah orang yang kita ajak bicara bisa memberinya atau tidak. Kita merajuk, cemberut, mengancam, bahkan merengek untuk membuat orang yang kita ajak bicara merasa tidak enak. Tipe komunikasi semacam ini mungkin efektif sementara, tetapi bisa berbahaya bagi hubungan jangka panjang. Berhentilah melakukan hal ini. Hargai apa yang bisa ditawarkan pasangan Anda. Jika ia tak bisa memberikan apa yang Anda inginkan, coba lihat apakah Anda bisa mendapatkannya sendiri.
2. Berkomunikasi untuk menipu
Ini adalah bentuk komunikasi yang paling berbahaya. Tipe komunikasi yang bisa menghancurkan banyak hubungan. Kebohongan, berlebihan, dan penipuan bisa menimbulkan kebingungan serta rasa sakit. Hal ini akan menggoyahkan semua hubungan, dan akhirnya menimbulkan keretakan. Waspadalah terhadap bahaya komunikasi ini dan hentikan sebelum dimulai. Saat Anda jujur akan segala hal terhadap pasangan, Anda tak akan merasa nyaman menerima kebohongan. Jika hubungan dilandasi dengan kejujuran maka akan ada integritas di dalamnya.
3. Berkomunikasi dengan pesan ganda
Pesan ganda, mengatakan satu hal yang bermakna jamak tak jauh dari menipu. Ini juga bisa diartikan dengan berbohong. Menjanjikan sesuatu, entah itu tindakan atau kata-kata, tetapi tidak dilakukan. Pesan bermakna ganda bisa menciptakan kebingungan. Selalu perhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasangan, karena tindakan lebih jujur ketimbang kata-kata. Jika kata-katanya berbeda dengan apa yang ia lakukan, tak usah dengarkan kata-katanya. Mengertilah bahwa orang itu sendiri memiliki konflik di dalam dirinya, dan jangan biarkan Anda merasakan hal itu juga di dalam diri Anda.
1. Berkomunikasi untuk memanipulasi
Tanpa sadar, kita berkomunikasi hanya untuk berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan, kapan kita inginkan, dan apakah orang yang kita ajak bicara bisa memberinya atau tidak. Kita merajuk, cemberut, mengancam, bahkan merengek untuk membuat orang yang kita ajak bicara merasa tidak enak. Tipe komunikasi semacam ini mungkin efektif sementara, tetapi bisa berbahaya bagi hubungan jangka panjang. Berhentilah melakukan hal ini. Hargai apa yang bisa ditawarkan pasangan Anda. Jika ia tak bisa memberikan apa yang Anda inginkan, coba lihat apakah Anda bisa mendapatkannya sendiri.
2. Berkomunikasi untuk menipu
Ini adalah bentuk komunikasi yang paling berbahaya. Tipe komunikasi yang bisa menghancurkan banyak hubungan. Kebohongan, berlebihan, dan penipuan bisa menimbulkan kebingungan serta rasa sakit. Hal ini akan menggoyahkan semua hubungan, dan akhirnya menimbulkan keretakan. Waspadalah terhadap bahaya komunikasi ini dan hentikan sebelum dimulai. Saat Anda jujur akan segala hal terhadap pasangan, Anda tak akan merasa nyaman menerima kebohongan. Jika hubungan dilandasi dengan kejujuran maka akan ada integritas di dalamnya.
3. Berkomunikasi dengan pesan ganda
Pesan ganda, mengatakan satu hal yang bermakna jamak tak jauh dari menipu. Ini juga bisa diartikan dengan berbohong. Menjanjikan sesuatu, entah itu tindakan atau kata-kata, tetapi tidak dilakukan. Pesan bermakna ganda bisa menciptakan kebingungan. Selalu perhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasangan, karena tindakan lebih jujur ketimbang kata-kata. Jika kata-katanya berbeda dengan apa yang ia lakukan, tak usah dengarkan kata-katanya. Mengertilah bahwa orang itu sendiri memiliki konflik di dalam dirinya, dan jangan biarkan Anda merasakan hal itu juga di dalam diri Anda.
5 Tipe Pasangan Romantis
Setiap pasangan adalah unik karena pada dasarnya setiap manusia itu sendiri unik. Ketika manusia yang unik bertemu dengan manusia unik lainnya, hubungan yang terjadi menjadi kompleks. Bila Anda perhatikan, mereka bisa dikategorikan dalam beberapa kelompok. Kelompok ini belum pernah dibuktikan secara ilmiah, tetapi Anda mungkin termasuk di dalamnya.
* Pasangan PDA. Pasangan ini tergila-gila satu sama lain, dan tidak malu-malu menunjukkan public display of affection, alias bermesraan di depan umum. Sering kali mereka juga sulit dilepaskan satu sama lain. Di mana ada si A, di situ ada si B (kadang-kadang Anda sampai bosan melihat mereka berduaan terus). Ada kalanya hal ini dilakukan karena salah satu pihak bangga dengan pasangannya, dan ingin menunjukkan "kepemilikannya".
* Pasangan "hanya teman". Yang ini kebalikan dari pasangan PDA. Bukannya menutupi, pasangan ini tidak menganggap romantisme sebagai sesuatu yang harus dilebih-lebihkan. Hubungan mereka cenderung bebas gejolak, sangat kasual, adem-adem saja, tidak menarik perhatian, bahkan kadang-kadang Anda lupa bahwa mereka bukan sekadar teman, melainkan pasangan.
* Pasangan yang cekcok melulu. Pasangan ini sering beradu argumentasi sepanjang waktu dan tampaknya mereka menikmatinya. Tidak peduli sedang berdua ataupun di hadapan orang lain, mereka sering meributkan berbagai hal. Sering kali yang dipermasalahkan hal-hal yang tidak prinsip sehingga tidak membahayakan hubungan mereka. Entahlah, mungkin pasangan ini menganggap satu sama lain harus berani mengungkapkan rasa suka atau tidak suka, atau mereka hanya ingin agar relasi di antara mereka tidak membosankan.
* Pasangan "kebanting". Mereka bagaikan bumi dan langit. Yang satu pendiam, yang lain banyak omong. Yang satu sangat good looking, yang lain kurang enak dipandang. Yang perempuan mungil, yang laki-laki tinggi besar. Yang satu tukang dugem, yang lain anak rumahan. Silakan Anda lanjutkan sendiri perbedaan-perbedaan yang Anda temukan. Yang jelas, mereka rukun-rukun saja.
* Pasangan inspirasional. Pasangan ini bisa memberi contoh bagaimana memperlakukan satu sama lain dengan baik, atau bisa menularkan kebiasaan tertentu pada yang lain. Pendek kata, mereka bisa membuktikan bahwa hubungan yang sehat dan bahagia itu bukan omong kosong. Mereka bisa saja orangtua, kakek-nenek, atau pasangan yang sudah lama Anda kenal. Bila Anda butuh masukan mengenai hubungan, pasangan ini bisa jadi sumbernya.
* Pasangan PDA. Pasangan ini tergila-gila satu sama lain, dan tidak malu-malu menunjukkan public display of affection, alias bermesraan di depan umum. Sering kali mereka juga sulit dilepaskan satu sama lain. Di mana ada si A, di situ ada si B (kadang-kadang Anda sampai bosan melihat mereka berduaan terus). Ada kalanya hal ini dilakukan karena salah satu pihak bangga dengan pasangannya, dan ingin menunjukkan "kepemilikannya".
* Pasangan "hanya teman". Yang ini kebalikan dari pasangan PDA. Bukannya menutupi, pasangan ini tidak menganggap romantisme sebagai sesuatu yang harus dilebih-lebihkan. Hubungan mereka cenderung bebas gejolak, sangat kasual, adem-adem saja, tidak menarik perhatian, bahkan kadang-kadang Anda lupa bahwa mereka bukan sekadar teman, melainkan pasangan.
* Pasangan yang cekcok melulu. Pasangan ini sering beradu argumentasi sepanjang waktu dan tampaknya mereka menikmatinya. Tidak peduli sedang berdua ataupun di hadapan orang lain, mereka sering meributkan berbagai hal. Sering kali yang dipermasalahkan hal-hal yang tidak prinsip sehingga tidak membahayakan hubungan mereka. Entahlah, mungkin pasangan ini menganggap satu sama lain harus berani mengungkapkan rasa suka atau tidak suka, atau mereka hanya ingin agar relasi di antara mereka tidak membosankan.
* Pasangan "kebanting". Mereka bagaikan bumi dan langit. Yang satu pendiam, yang lain banyak omong. Yang satu sangat good looking, yang lain kurang enak dipandang. Yang perempuan mungil, yang laki-laki tinggi besar. Yang satu tukang dugem, yang lain anak rumahan. Silakan Anda lanjutkan sendiri perbedaan-perbedaan yang Anda temukan. Yang jelas, mereka rukun-rukun saja.
* Pasangan inspirasional. Pasangan ini bisa memberi contoh bagaimana memperlakukan satu sama lain dengan baik, atau bisa menularkan kebiasaan tertentu pada yang lain. Pendek kata, mereka bisa membuktikan bahwa hubungan yang sehat dan bahagia itu bukan omong kosong. Mereka bisa saja orangtua, kakek-nenek, atau pasangan yang sudah lama Anda kenal. Bila Anda butuh masukan mengenai hubungan, pasangan ini bisa jadi sumbernya.
6 Hal Perusak Romantisme
Menjaga hubungan tetap penuh asmara dan berbunga-bunga memang bukan hal yang mudah. Ada banyak faktor yang bisa merusak kisah cinta yang berawal penuh bunga. Ketahui faktornya, hindari, dan upayakan agar hubungan Anda tetap penuh cinta. Berikut hal-hal yang bisa mengubah momen romantis menjadi basi:
1. Ketergantungan pada dunia maya
Memang sekarang zaman digital. Segalanya bisa dicari tahu lewat dunia maya. Namun, itu bukan berarti Anda atau dia harus terus terkoneksi dengan dunia maya. Bagaimana caranya menjalin hubungan jika salah satunya hanya ada dalam bentuk fisik dan duduk bersebelahan, tetapi pikirannya tidak ada di sana? Saat Anda dan dia sedang bersama (jarang-jarang ada waktu untuk bertemu), upayakan untuk bisa ada di sana. Simpan dulu telepon seluler, laptop, video game, atau iPad Anda. Berbincanglah secara langsung. Nikmati segala bentuk yang Anda bisa terima dari interaksi itu. Entah menyentuh tangan, memandang senyum tersipunya, mengelus lembut jari dia di rambut Anda, apa pun itu, nikmati dan berikan perhatian penuh Anda untuk dia (termasuk mendengarkan dan tidak menguap saat dia berbicara).
2. Malas merapikan diri
Ya, sebagian pria mengatakan mereka hanya tertarik pada wanita yang cantik alami, tanpa banyak polesan, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, terlalu alami (dengan minyak alami berlebih pada wajah, keringat menempel, bau badan alami), bisa jadi tidak menyenangkan untuk dipandang (atau dicium) juga. Memastikan diri Anda rapi dan berada dalam kondisi terbaik akan menjadi sanjungan pula untuk dirinya bahwa Anda mengambil waktu (secukupnya) untuk tampil cantik, rapi, dan bersih di hadapan dia.
3. "Permantanan"
Yang judulnya "mantan" sudah jelas bukan hal menyenangkan untuk dibahas. Bagi sebagian yang punya trauma tertentu, menceritakan dan harus mengungkit memori itu bukan hal yang mengenakkan. Bagi yang mendengarkan, meski penasaran, tetap saja akan memberi kesan tersendiri. Meski ungkapannya berupa kalimat-kalimat menjelekkan mantan dan menyanjung pacar yang sekarang, tetap saja itu bukan hal yang bijak. Jadikan yang di belakang sebagai pelajaran. Ungkap saja pelajaran yang Anda ambil dari hal lalu itu, tidak usah diungkit detailnya.
4. Uang
Membicarakan masalah uang saat lagi berduaan atau berkencan sudah jelas pembunuh romantisme. Bayangkan, si dia berkata, "Aku harap kamu suka makan malam di sini. Harga makanan kita ini setengah gajiku, nih!" Atau, "Inginnya belikan kamu selusin mawar, tetapi aku cuma bisa beli satu." Kok, rasanya jadi perhitungan, ya? Membicarakan masalah keuangan sebelum melangkah ke pernikahan memang hal yang penting, tetapi bukan saat sedang berusaha membangun suasana romantis.
5. Teralihkan
Saat Anda dan dia sedang berada dalam momen romantis, usahakan untuk tetap ada di wilayah itu. Biarkan hal-hal lain yang tidak penting berlalu. Biarkan saja jika pasangan di meja sebelah sedang bertengkar atau ada artis makan di restoran yang sama. Saat Anda dan dia sedang membangun momen romantis, teruskan, kecuali memang ada kejadian sangat luar biasa yang membahayakan, seperti gempa bumi.
6. Bercanda yang merendahkan diri
Memang bercanda dengan merendahkan diri bukan hal yang ditabukan. Kadang kita butuh juga meledek diri untuk membuat suasana cair. Namun saat suasana romantis, hindari bercanda mengenai hal-hal memalukan tentang diri Anda. Di pikirannya bisa timbul hal yang kurang baik tentang Anda. Lama-lama, dia bisa ilfeel.
1. Ketergantungan pada dunia maya
Memang sekarang zaman digital. Segalanya bisa dicari tahu lewat dunia maya. Namun, itu bukan berarti Anda atau dia harus terus terkoneksi dengan dunia maya. Bagaimana caranya menjalin hubungan jika salah satunya hanya ada dalam bentuk fisik dan duduk bersebelahan, tetapi pikirannya tidak ada di sana? Saat Anda dan dia sedang bersama (jarang-jarang ada waktu untuk bertemu), upayakan untuk bisa ada di sana. Simpan dulu telepon seluler, laptop, video game, atau iPad Anda. Berbincanglah secara langsung. Nikmati segala bentuk yang Anda bisa terima dari interaksi itu. Entah menyentuh tangan, memandang senyum tersipunya, mengelus lembut jari dia di rambut Anda, apa pun itu, nikmati dan berikan perhatian penuh Anda untuk dia (termasuk mendengarkan dan tidak menguap saat dia berbicara).
2. Malas merapikan diri
Ya, sebagian pria mengatakan mereka hanya tertarik pada wanita yang cantik alami, tanpa banyak polesan, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, terlalu alami (dengan minyak alami berlebih pada wajah, keringat menempel, bau badan alami), bisa jadi tidak menyenangkan untuk dipandang (atau dicium) juga. Memastikan diri Anda rapi dan berada dalam kondisi terbaik akan menjadi sanjungan pula untuk dirinya bahwa Anda mengambil waktu (secukupnya) untuk tampil cantik, rapi, dan bersih di hadapan dia.
3. "Permantanan"
Yang judulnya "mantan" sudah jelas bukan hal menyenangkan untuk dibahas. Bagi sebagian yang punya trauma tertentu, menceritakan dan harus mengungkit memori itu bukan hal yang mengenakkan. Bagi yang mendengarkan, meski penasaran, tetap saja akan memberi kesan tersendiri. Meski ungkapannya berupa kalimat-kalimat menjelekkan mantan dan menyanjung pacar yang sekarang, tetap saja itu bukan hal yang bijak. Jadikan yang di belakang sebagai pelajaran. Ungkap saja pelajaran yang Anda ambil dari hal lalu itu, tidak usah diungkit detailnya.
4. Uang
Membicarakan masalah uang saat lagi berduaan atau berkencan sudah jelas pembunuh romantisme. Bayangkan, si dia berkata, "Aku harap kamu suka makan malam di sini. Harga makanan kita ini setengah gajiku, nih!" Atau, "Inginnya belikan kamu selusin mawar, tetapi aku cuma bisa beli satu." Kok, rasanya jadi perhitungan, ya? Membicarakan masalah keuangan sebelum melangkah ke pernikahan memang hal yang penting, tetapi bukan saat sedang berusaha membangun suasana romantis.
5. Teralihkan
Saat Anda dan dia sedang berada dalam momen romantis, usahakan untuk tetap ada di wilayah itu. Biarkan hal-hal lain yang tidak penting berlalu. Biarkan saja jika pasangan di meja sebelah sedang bertengkar atau ada artis makan di restoran yang sama. Saat Anda dan dia sedang membangun momen romantis, teruskan, kecuali memang ada kejadian sangat luar biasa yang membahayakan, seperti gempa bumi.
6. Bercanda yang merendahkan diri
Memang bercanda dengan merendahkan diri bukan hal yang ditabukan. Kadang kita butuh juga meledek diri untuk membuat suasana cair. Namun saat suasana romantis, hindari bercanda mengenai hal-hal memalukan tentang diri Anda. Di pikirannya bisa timbul hal yang kurang baik tentang Anda. Lama-lama, dia bisa ilfeel.
5 Langkah Lupakan Amarah
Masa lalu kerap kali menyimpan memori buruk yang ingin kita hapus dari daftar ingatan. Sayangnya, tak mudah membebaskan diri dari rasa marah atau dendam. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyakit bersumber dari amarah dalam hati.
Kecemasan, depresi, kekhawatiran, insomnia, dan penyakit fisik adalah sedikit dari penyakit yang disebabkan faktor amarah tadi. Dengan memaafkan dan mengucap kata maaf, sebenarnya kita sudah mengambil kembali kendali hidup kita. Ditambah lagi bonus positif untuk kesehatan. Salah satunya adalah turunnya tekanan darah.
Dalam studi The Stanford-Ireland Hope Project, Frederic Luskin PhD dan Carld Thoresen PhD melakukan penelitian tentang dampak memaafkan. Dalam studi ini dilibatkan 17 pria dan wanita yang anggota keluarganya pernah menjadi korban pembunuhan. Selama beberapa waktu para responden itu diberikan training "memaafkan".
Setelah satu minggu, 35 persen para responden yang kehilangan pasangan, anak, orangtua, atau saudaranya itu melaporkan penyakit sakit kepalanya berkurang. Demikian juga dengan berbagai penyakit yang terkait stres lainnya. Sementara itu, 20 persen responden mengaku gejala depresinya berkurang.
Banyak orang mengakui, memberikan kata maaf bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ada 5 cara yang bisa kita pakai agar hati lebih tulus memaafkan seperti yang dijabarkan oleh Joan Borysenko PhD, penulis buku Inner Peace for Busy People.
1. Memahaami maksud dari memaafkan
Pada umumnya orang tak mau memberikan maaf karena mereka merasa hal itu sama saja dengan menyatakan bahwa orang lain tak berbuat salah atau kita berdamai dengan orang yang telah menyakiti hati kita.
Joan Borysenko PhD, psikolog, mengatakan, memaafkan adalah hal tentang melepaskan amarah yang selama ini menyandera Anda. Ini sama artinya dengan menerima Anda salah dan memutuskan untuk membebaskan diri dari hal yang menyakitkan.
2. Duka untuk yang hilang
Agar kita bisa memaafkan dengan tulus, kita harus merasakan kesedihan. Hal itu butuh waktu, tetapi setelah Anda memutuskan untuk melepaskan amarah, hati akan terasa lebih ringan secara bertahap. Pada saatnya, memori pada kejadian di masa lalu akan lebih jarang diingat dan rasanya tak lagi menyakitkan.
3. Jangan menunggu permintaan maaf
Terkadang orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita tak menyadari perbuatannya salah. Atau mungkin juga mereka tak mampu memahami dan berempati. Permintaan maaf dari orang tersebut memang bisa menyembuhkan luka, tetapi memutuskan untuk membuang harapan ada permintaan maaf juga memiliki dampak yang sama.
4. Mencoba memahami alasan
Fakta menunjukkan, perilaku buruk adalah hasil dari emosi yang kurang matang. Ini terbukti dari pelaku kriminalitas yang mayoritas mengalami kekerasan fisik atau psikis pada masa kecilnya. Empati akan membantu kita mengikis rasa marah, bahkan mengubah hidup kita.
5. Sambut yang akan datang
Kehidupan merupakan sebuah sekolah tempat kita belajar banyak hal, termasuk yang menyakitkan. Kita tak bisa menghindarkan diri dari rasa sakit, tetapi kita bisa memilih untuk keluar dari bayang-bayang dendam seumur hidup kita.
Memilih untuk melepaskan dan melanjutkan hidup akan membuat Anda menjadi individu yang baru. Ini akan memberi Anda kedewasaan dan belas kasihan kepada sesama dan juga diri Anda.
Kecemasan, depresi, kekhawatiran, insomnia, dan penyakit fisik adalah sedikit dari penyakit yang disebabkan faktor amarah tadi. Dengan memaafkan dan mengucap kata maaf, sebenarnya kita sudah mengambil kembali kendali hidup kita. Ditambah lagi bonus positif untuk kesehatan. Salah satunya adalah turunnya tekanan darah.
Dalam studi The Stanford-Ireland Hope Project, Frederic Luskin PhD dan Carld Thoresen PhD melakukan penelitian tentang dampak memaafkan. Dalam studi ini dilibatkan 17 pria dan wanita yang anggota keluarganya pernah menjadi korban pembunuhan. Selama beberapa waktu para responden itu diberikan training "memaafkan".
Setelah satu minggu, 35 persen para responden yang kehilangan pasangan, anak, orangtua, atau saudaranya itu melaporkan penyakit sakit kepalanya berkurang. Demikian juga dengan berbagai penyakit yang terkait stres lainnya. Sementara itu, 20 persen responden mengaku gejala depresinya berkurang.
Banyak orang mengakui, memberikan kata maaf bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ada 5 cara yang bisa kita pakai agar hati lebih tulus memaafkan seperti yang dijabarkan oleh Joan Borysenko PhD, penulis buku Inner Peace for Busy People.
1. Memahaami maksud dari memaafkan
Pada umumnya orang tak mau memberikan maaf karena mereka merasa hal itu sama saja dengan menyatakan bahwa orang lain tak berbuat salah atau kita berdamai dengan orang yang telah menyakiti hati kita.
Joan Borysenko PhD, psikolog, mengatakan, memaafkan adalah hal tentang melepaskan amarah yang selama ini menyandera Anda. Ini sama artinya dengan menerima Anda salah dan memutuskan untuk membebaskan diri dari hal yang menyakitkan.
2. Duka untuk yang hilang
Agar kita bisa memaafkan dengan tulus, kita harus merasakan kesedihan. Hal itu butuh waktu, tetapi setelah Anda memutuskan untuk melepaskan amarah, hati akan terasa lebih ringan secara bertahap. Pada saatnya, memori pada kejadian di masa lalu akan lebih jarang diingat dan rasanya tak lagi menyakitkan.
3. Jangan menunggu permintaan maaf
Terkadang orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita tak menyadari perbuatannya salah. Atau mungkin juga mereka tak mampu memahami dan berempati. Permintaan maaf dari orang tersebut memang bisa menyembuhkan luka, tetapi memutuskan untuk membuang harapan ada permintaan maaf juga memiliki dampak yang sama.
4. Mencoba memahami alasan
Fakta menunjukkan, perilaku buruk adalah hasil dari emosi yang kurang matang. Ini terbukti dari pelaku kriminalitas yang mayoritas mengalami kekerasan fisik atau psikis pada masa kecilnya. Empati akan membantu kita mengikis rasa marah, bahkan mengubah hidup kita.
5. Sambut yang akan datang
Kehidupan merupakan sebuah sekolah tempat kita belajar banyak hal, termasuk yang menyakitkan. Kita tak bisa menghindarkan diri dari rasa sakit, tetapi kita bisa memilih untuk keluar dari bayang-bayang dendam seumur hidup kita.
Memilih untuk melepaskan dan melanjutkan hidup akan membuat Anda menjadi individu yang baru. Ini akan memberi Anda kedewasaan dan belas kasihan kepada sesama dan juga diri Anda.
Apa Ruginya Memaafkan?
Jika pertanyaan itu diajukan kepada mereka yang telah berhasil memaafkan, pasti jawabannya sudah jelas. "Tidak Ada!" Tapi, bagi mereka yang belum memaafkan, cobalah melihat kembali apakah bertahan dengan sikap seperti itu memang tepat.
* Dengan tidak memaafkan, Anda mungkin berharap bahwa orang yang menyakiti hati Anda itu sama menderitanya dengan Anda. Mungkin Anda berharap bahwa tak adanya maaf akan membuatnya tersiksa. Yang terjadi justru sebaliknya, Anda sendiri yang lebih sakit hati karena makin tersiksa oleh memori buruk yang terus Anda pelihara.
* Mungkin Anda berharap, dengan tidak mendapatkan maaf, maka orang tersebut tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam hidupnya. Mungkin Anda lupa bahwa hidup orang tersebut tidak bergantung pada Anda, melainkan pada dirinya sendiri.
Jadi, mendapatkan maaf dari Anda atau tidak, sebetulnya tidak berpengaruh apa pun terhadapnya. Anda sudah ge-er merasa bisa menentukan kehidupan orang lain.
* Jika Anda tidak memaafkan, apakah hidup orang yang menyakiti hati Anda itu menjadi lebih sengsara dan menderita? Mungkin hidupnya malah jauh lebih bahagia daripada Anda, dan dia sudah menganggap selesai semua masalah dengan Anda.
Jadi, siapa sebetulnya merugi? Tentu saja Anda sendiri. Maksud hati biar untung sekaligus membuat buntung, malah rugi dan buntung sendiri.
* Sebetulnya, apa untungnya bagi Anda jika terus menyimpan dan memelihara kenangan buruk dan sakit hati itu? Bisa merasa puas? Betulkah Anda sudah puas? Lantas, mengapa masih menyimpan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan sejenisnya itu?
* Anda mungkin begitu membenci orang yang telah menyakiti hati secara luar biasa itu. Karenanya sulit sekali Anda memberinya maaf. Jika membenci, mestinya dilepaskan. Tapi, mengapa Anda justru menyimpan memori tentang orang tersebut sedemikian kuatnya?
Mungkin Anda lupa, tidak memberi maaf berarti Anda terus menerus mengikatkan diri kepada orang tersebut, dengan segala memori buruk dan emosi negatif yang menyertainya. Jadi, siapa yang rugi? Anda sendiri.
* Mungkin Anda berpikir bahwa memberi maaf akan merugikan diri Anda? Gengsi Anda jatuh? Harga diri terlecehkan? Betulkah harga diri dan gengsi letaknya di situ? Mungkin Anda lupa, dengan memberi maaf itu sebetulnya justru Anda perlukan untuk terciptanya relasi yang baik dengan diri sendiri. Anda bisa berdamai dengan diri sendiri.
* Tak tahukah Anda, dengan atau tanpa minta maaf, maka yang terpengaruh adalah diri Anda sendiri? Orang itu tidak memerlukan maaf dari Anda karena dia bisa memaafkan dirinya sendiri, dan melanjutkan hidupnya. Jadi, mengapa Anda bertahan dengan hidup dalam gelimang sakit hati?
Memaafkan itu melepaskan Anda dari penderitaan. Jadi, siapa yang diuntungkan jika Anda bisa memaafkan?
* Dengan tidak memaafkan, Anda mungkin berharap bahwa orang yang menyakiti hati Anda itu sama menderitanya dengan Anda. Mungkin Anda berharap bahwa tak adanya maaf akan membuatnya tersiksa. Yang terjadi justru sebaliknya, Anda sendiri yang lebih sakit hati karena makin tersiksa oleh memori buruk yang terus Anda pelihara.
* Mungkin Anda berharap, dengan tidak mendapatkan maaf, maka orang tersebut tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam hidupnya. Mungkin Anda lupa bahwa hidup orang tersebut tidak bergantung pada Anda, melainkan pada dirinya sendiri.
Jadi, mendapatkan maaf dari Anda atau tidak, sebetulnya tidak berpengaruh apa pun terhadapnya. Anda sudah ge-er merasa bisa menentukan kehidupan orang lain.
* Jika Anda tidak memaafkan, apakah hidup orang yang menyakiti hati Anda itu menjadi lebih sengsara dan menderita? Mungkin hidupnya malah jauh lebih bahagia daripada Anda, dan dia sudah menganggap selesai semua masalah dengan Anda.
Jadi, siapa sebetulnya merugi? Tentu saja Anda sendiri. Maksud hati biar untung sekaligus membuat buntung, malah rugi dan buntung sendiri.
* Sebetulnya, apa untungnya bagi Anda jika terus menyimpan dan memelihara kenangan buruk dan sakit hati itu? Bisa merasa puas? Betulkah Anda sudah puas? Lantas, mengapa masih menyimpan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan sejenisnya itu?
* Anda mungkin begitu membenci orang yang telah menyakiti hati secara luar biasa itu. Karenanya sulit sekali Anda memberinya maaf. Jika membenci, mestinya dilepaskan. Tapi, mengapa Anda justru menyimpan memori tentang orang tersebut sedemikian kuatnya?
Mungkin Anda lupa, tidak memberi maaf berarti Anda terus menerus mengikatkan diri kepada orang tersebut, dengan segala memori buruk dan emosi negatif yang menyertainya. Jadi, siapa yang rugi? Anda sendiri.
* Mungkin Anda berpikir bahwa memberi maaf akan merugikan diri Anda? Gengsi Anda jatuh? Harga diri terlecehkan? Betulkah harga diri dan gengsi letaknya di situ? Mungkin Anda lupa, dengan memberi maaf itu sebetulnya justru Anda perlukan untuk terciptanya relasi yang baik dengan diri sendiri. Anda bisa berdamai dengan diri sendiri.
* Tak tahukah Anda, dengan atau tanpa minta maaf, maka yang terpengaruh adalah diri Anda sendiri? Orang itu tidak memerlukan maaf dari Anda karena dia bisa memaafkan dirinya sendiri, dan melanjutkan hidupnya. Jadi, mengapa Anda bertahan dengan hidup dalam gelimang sakit hati?
Memaafkan itu melepaskan Anda dari penderitaan. Jadi, siapa yang diuntungkan jika Anda bisa memaafkan?
Menahan amarah dan penuh kasih sayang
Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dega kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).
Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.
Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya : “Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)
Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain. Padahal rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat : “ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari). dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati kelemahlembutan.Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).
Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :
- Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman: “Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60)
- Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra’d : 28).
- Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami’ No. 6398).
- Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : “ Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114).
- Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.
Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim).
Sabtu, 05 Februari 2011
Ciri-ciri pacar yang mau ngajak putus
Jika anda berdua sering bertengkar hebat hanya karena masalah kecil menjadi besar atau masalah besar bisa membuat anda berdua berhari-hari tidak saling bicara. Sebenarnya anda tidak ingin putus tetapi si dia sepertinya tidak menunjukkan kepedulian sebagai kekasih. Sehingga membuat anda bingung harus melakukan apa.
Seharusnya jika lelaki itu cukup ksatria mungkin akan bicara dari hati ke hati dengan kepala dingin secara langsung kepada anda bahwa hubungan anda berdua tidak bisa dilanjutkan.
Tetapi kadang, ada lelaki yang tidak mau memutuskan kekasih dan berharap andalah yang memutuskannya. Jika benar pasangan anda seperti ini maka ada tanda-tanda yang harus anda perhatikan saat ia ingin memutuskan hubungannya. ciri pacar yang pengen atau ngajak putus:
1. Tidak menepati janji.
*Perempuan sangat ingin kekasihnya menepati janji dan sebenarnya para lelaki juga sadar akan hal itu. Mereka sangat mengerti jika membatalkan janji penting dengan anda apalagi yang sudah direncanakan jauh-jauh hari maka akan membuat anda kesal. Sehingga anda akan berpikir ia bukan lelaki yang baik dan putus adalah jawabannya.
2. Membuat kesal.
*Lelaki yang tidak ingin melanjutkan hubungan maka cenderung bersikap menyebalkan. Mungkin saja ia mengomentari pakaian anda atau mengeluh anda kurang trendi atau tubuh anda terlalu gemuk. Biasanya lelaki itu akan mengatakan sesuatu hal yang tidak biasa ia katakan sehingga membuat anda kesal.
3. Berhenti mengungkapkan kasih sayang.
*Saat kekasih anda berhenti menanyakan kabar atau jika bertemu tangannya hanya disimpan disaku. Ia tidak lagi menggandeng atau memeluk anda. Bisa jadi ia sudah tidak memiliki perasaan khusus pada anda.
4. Bersikap masa bodo atau cuek.
*Dia lupa ulang tahun anda atau ia tahu bahwa anda sudah merencanakan makam malam berdua namun ia merencanakan acara lain dengan temannya tanpa memberitahu anda. Dia tidak pernah menghubungi anda melalui telepon atau sms.
5. Tidak ingin berkomitmen.
*Mungkin anda keras kepala atau tidak ingin menerima kenyataan bahwa kekasih ingin putus walaupun sudah berbagai cara ia tunjukan. Namun percayalah bahwa mereka tidak menyerah. Setiap perempuan menyukai lelaki yang mau berkomitmen dan lelaki pun mengetahui hal itu. Mereka akan coba untuk membuka dialog yang menerangkan bahwa ia tidak ingin menikah atau mengajukan alasan lain yang membuat anda menjauh darinya.
6. Selalu berbeda pendapat.
*Hal ini cenderung terjadi pada setiap hubungan. Namun jika si dia tidak lagi berusaha mencari solusi atau bersikap kompromis tentang hal sepele seperti mencari tempat makan, itu sudah pertanda dia ingin putus.
Memang tidak mudah menerima kenyataan bahwa seseorang yang dicintai tidak mencintai anda lagi dan ingin putus dari anda. Jika sikap kekasih menunjukkan tanda-tanda diatas maka sebaiknya anda tanyakan langsung padanya apa yang ia inginkan. Sehingga anda tidak perlu lagi membuang-buang waktu dan energi untuk mempertahankan hubungan anda berdua. Toh masih banyak lelaki yang ingin menyanding anda sebagai kekasih. Percayalah, jika anda memiliki inner beauty maka seribu lelaki akan menghampiri anda. Jadi anda tidak perlu bermurung diri teruslah menebar pesona anda.
Have a nice day.
Langganan:
Postingan (Atom)













